August 13, 2022

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Setelah Muncul Kawasan Industri Baru, Beban Listrik Jawa Barat Naik Menjadi 11 Ribu MW

2 min read

Perusahaan Listrik Negara PT PLN (Persero) memprediksikan beban listrik provinsi Jawa Barat akan mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2025 yaitu lebih dari 11 ribu megawatt (MW). Prediksi kenaikan beban listrik di Jawa Barat tersebut dikarenakan adanya kemunculan beberapa kawasan industri yang baru di provinsi tersebut.

Sementara itu Haryanto WS yang merupakan Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN mengungkapkan bahwa pertumbuhan beban listrik di Jawa Barat tersebut terjadi dengan lahirnya sejumlah kawasan industri yang baru, misalnya kawasan industri Pertiwi Lestari, kawasan industri KNIC serta Pelabuhan Patimban.

Selain adanya beberapa kawasan industri yang baru yang menyebabkan beban listrik naik, terdapat pula hadirnya beberapa bisnis yang membutuhkan beban listrik yang besar, diantaranya yaitu PT KCIC, pabrik baterai, Sata Center Delta Mas, dan pabrik kendaraan listrik.

“Beban listrik di Provinsi Jawa Barat ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Kontribusinya sampai 21% atau sekitar seperlima dari pendapatan PLN secara nasional. Kami yakin provinsi Jawa Barat akan berkembang lebih cepat dan hebat lagi,” jelas Haryanto.

Menurut Haryanto, pihak PLN sudah berkomitmen untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik termasuk untuk provinsi Jawa Barat yang semakin besar tersebut, tujuannya adalah untuk membangun ekonomi yang hijau, maka PLN berkomitmen untuk memberikan layanan listrik yang andal serta ramah lingkungan. Dan hal tersebut dilakukan dengan menerapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

“Dengan menggunakan RUPTL yang merupakan paling green ini kami menargetkan pengembangan pembangkit listrik dengan tenaga surya atau PLTS sebesar 4,7 gigawatt (GW),” kata Haryanto.

Haryanto menambahkan tentang pembangkit energi baru terbarukan atau EBT yang berada di Jawa Barat hingga bulan Juni 2022 kemarin sudah mencapai 38,12 persen dengan total kapasitas pembangkit sebesar 7.612 MW.

“Dengan adanya pengembangan energi yang terbarukan tersebut di periode 2023 hingga 2026 diproyeksikan ada tambahan kapasitas EBT dengan besaran 2.016 MW. Itu bisa meningkatkan kontribusi provinsi Jawa Barat menjadi 51% dari sebelumnya 38,12%,” terang Haryanto.

Dengan sangat dibutuhkannya EBT yang sangat bermanfaat di Jawa Barat itu, Haryanto mengatakan bahwa dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah daerah, dinas ESDM serta mitra yang strategis lainnya sangat dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *