Seputar Indonesia – Dugaan Penyadapan Kedutaan AS Tak Harus Dibesar-besarkan

0
960

Kastorius Sinaga, Ketua DPP Demokrat urusan Hubungan Luar Negeri berpendapat mengenai informasi dugaan penyadapan dari alat elektronik oleh Kedutaan AS di Jakarta kepada para pejabat di Indonesia tak harus dibesar-besarkan. “Saya kira tentang penyadapan ini tak perlu dibesar-besarkan dan tak perlu memunculkan keresahan karena hal itu masih berupa dugaan,” kata Kastorius saat dikonfirmasi pada Rabu (30/10/2013), malam.

Menurutnya dugaan penyadapan tersebut harus diklarifikasi secara diplomatis. “Pemerintah Indonesia sebaiknya segera memverifikasinya lewat saluran diplomatik guna menjaga hubungan bilateral baik antara kedua negara,” katanya. Informasi tentang kegiatan AS  yang memata-matai Asia Tenggara tak terkecuali Indonesia diberitakan oleh sebuah media Australia, Sydney Morning Herald (SMH). Mereka mengutip data bocoran Edward Snowden.

Dikatakan aksi penyadapan dilancarkan gabungan dari dua badan rahasia Amerika yaitu CIA dan NSA  yang kemudian berkode “Special Collection Service”. Amerika Serikat dikatakan telah menyadap serta memantau komunikasi elektronik di kawasan Asia Tenggara lewat fasilitas mata-mata yang disebar di kedutaan besar di sejumlah negara di kawasan ini, termasuk juga kedutaan AS  di Jalan Medan Merdeka Jakarta Pusat, sesuai yang dilaporkan media Australia tersebut. Tindakan AS kali ini telah memicu protes keras kalangan Anggota Komisi I DPR bidang hubungan luar negeri.

Pihak kementerian Luar Negeri melalui Marty Natalegawa telah melaporkan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai informasi itu. Teuku Faizasyah, Staf Khusus Presiden bidang Luar Negeri  pada Rabu (30/10/2013) berkata “Yang saya tahu Menlu sudah melaporkan ke Presiden perihal Menlu telah menghubungi Kuasa Usaha Kedubes AS di Jakarta dan intinya beliau menyampaikan protes dan juga keprihatinan mendalam atas kabar adanya fasilitas pemantauan komunikasi oleh intelejen di Kedubes AS di Jakarta,”.

Menurut kabar yang dimiliki Teuku, posisi pemerintah Indonesia telah disampaikan oleh Menlu dalam dialog  tersebut bahwa, apabila memang berita termaksud benar adanya, maka tindakan itu dinilai tidak bersahabat. “Dan hal ini bertentangan dengan hubungan baik antara Indonesia dengan Amerika Serikat,” kata Teuku.

LEAVE A REPLY