Thu. Mar 12th, 2020

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Sebelum Tewas Tenggelam di Irigasi, Balita di Mojokerto Sempat Panggil Ibu

2 min read

Sebelum Tewas Tenggelam di Irigasi, Balita di Mojokerto Sempat Panggil Ibu – Seorang balita di Mojokerto tewas tenggelam di saluran irigasi depan rumahnya. Sebelum hanyut dan ditemukan meninggal, korban sempat memanggil ibunya.

Kapolsek Pungging AKP Suwiji saat dikonfirmasi pada Jumat (6/3/2020) mengatakan, korban diketahui bernama Muhammad Alfatan Nurhidayat (2), yang merupakan warga Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Mojokerto. Awalnya, Alfatan bermain seorang diri di ruang tamu rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, korban baru selesai dimandikan oleh neneknya bernama Mutmaina (40). Setelah itu, sang nenek kembali ke dalam rumah untuk melanjutkan pekerjaan rumah. Sedangkan ibunya, Devi Purwanti (19) tengah menidurkan adiknya di dalam kamar.

Suwiji mengatakan ibunya sempat mendengar teriakan korban dengan memanggil ‘Ibu’ sebanyak satu kali. Kemudian ibunya langsung berlari ke depan rumah, namun korban sudah tidak ada.

Dia menjelaskan, Devi sempat bertanya kepada ibunya, Mutmainah soal keberadaan putranya. Tetapi Mutmainah mengaku tidak bersama Alfatan.

Devi pun khawatir kalau putranya tercebur ke saluran irigasi yang ada di depan rumahnya. Saluran irigasi tersebut berkedalaman 1,5 meter dan lebar sekitar 2 meter. Menurut Suwiji, arus irigasi sedang deras karena setelah diguyur hujan.

Kemudian ibunya bersama warga mencari korban di irigasi denga dibantu anggota Polsek Pungging, serta beberapa relawan.

Akhirnya upaya pencarian Alfatan membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB di irigasi yang sama di Dusun Kanigoro, Desa/Kecamatab Pungging, Mojokerto. Korban hanyut sekitar satu kilometer dari tempat awal tenggelam. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jasad Alfatan sempat dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Mojokerto untuk dilakukan visum. Alhasil, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Suwiji mengatakan kemudian jasad korban sudah kami serahkan ke pihak keluarganya. Saat ini sedang proses pemakaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *