Berita Bola – Ruben Amorim menilai Manchester United masih tampil jauh dari apa yang seharusnya. Pelatih asal Portugal itu bahkan mulai khawatir musim buruk tahun lalu bakal terulang lagi kalau keadaan tidak segera membaik.
Kekhawatiran itu muncul setelah MU kembali terpeleset saat menjamu Everton di lanjutan Premier League. Bermain di Old Trafford pada Selasa (25/11/2025) dini hari WIB, Setan Merah justru kalah 0-1, padahal mereka unggul jumlah pemain. Situasi yang seharusnya dimanfaatkan, justru malah berakhir mengecewakan.
Hasil tersebut memperpanjang puasa kemenangan MU. Dalam tiga laga terakhir Premier League, mereka belum sekalipun meraih tiga poin, hanya dua kali imbang dan sekali kalah. Padahal sebelumnya MU sempat terlihat mulai bangkit dengan tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan besar saat melawan Liverpool. Momentum itu sekarang seakan hilang begitu saja.
Tidak heran jika posisi mereka di klasemen juga belum bergerak ke tempat yang diinginkan. Hingga pekan ke-12, MU masih tertahan di peringkat ke-10 dengan koleksi 18 poin. Jelas bukan pencapaian yang diharapkan klub sebesar Manchester United.
Amorim pun tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia merasa timnya belum berada pada level yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas. “Kami belum sampai di sana, bahkan belum mendekati standar yang seharusnya jika ingin bersaing di posisi terbaik liga,” ujar Amorim seperti dikutip dari ESPN. Menurutnya, pujian yang sempat datang beberapa pekan terakhir belum pantas dirayakan karena performa MU masih jauh dari konsisten.
Ia juga mengakui bahwa bayang-bayang musim lalu membuatnya merasa tidak nyaman. Musim 2024/2025 adalah salah satu periode paling suram bagi MU, yang saat itu finis di posisi ke-15 tanpa meraih gelar apa pun. “Saya takut kembali merasakan perasaan seperti musim lalu,” kata Amorim jujur.
Meski begitu, Amorim menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam rasa cemas. Ia percaya semua orang di klub harus tetap bekerja keras untuk memperbaiki situasi. Para pemain sudah berusaha, tetapi ia menegaskan mereka perlu meningkatkan banyak hal agar tidak kembali terjebak di situasi menyulitkan.
“Kami harus bekerja bersama. Para pemain mencoba, tapi kami harus lebih baik,” tutupnya.
