Thu. Mar 26th, 2020

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Ria Ricis Menuai Kontroversi Usai Dilabrak Tentangga Hingga Permintaan Maaf

2 min read

Ria Ricis Menuai Kontroversi Usai Dilabrak Tentangga Hingga Permintaan Maaf – Ria Ricis menuai kontroversi gara-gara dilabrak tetangga hingga mendapat protes dari publik figur lainnya. Ria dituding telah mengadakan syuting di lingkungan kompleks di tengah pandemi virus corona.

Ria Ricis mengaku sudah mendapatkan izin untuk mengadakan syuting di lingkungan kompleks dan dia juga mengaku apa yang dilakukannya tidak merugikan orang lain.

Usai mendapat protes di dunia maya, Ria Ricis pun akhirnya meminta maaf. Awalnya dia memberikan klarifikasi mengenai hal itu melalui Instragram Live.

Ricis juga memperlihatkan kondisi rumahnya yang sedang lockdown sebelum terjadi insiden pelabrakan itu. Kegiatan syuting untuk web seriesnya juga dilakukan di luar lingkungan kompleks rumahnya.

Setelah Live di Instagram, Ricis kembali mengunggah ucapan permintaan maaf dan terima kasihnya di Stories Instagram.

Ricis mengungkapkan permintaan maaf atas kesalahannya pribadi dan mengucapkan terima kasih sudah mau membantu menegur dan mengingatkan kami dengan baik.

Kejadian itu berawal dari sebuah video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan Ria Ricis tengah dilabrak oleh tetangganya. Karena hal itu, Triawan Munaf hingga Sarah Sechan mengaku kecewa atas perbuatan Ricis.

Melalui akun Twitter miliknya, Sarah Sechan ikut memberikan komentar mengenai hal tersebut. Dia mengatakan itu bukan masalah sudah mendapat izin atau belum. Tapi itu masalah kesadaran diri dan tak berlaku egois, seharusnya pikirkan kepentingan yang lainnya juga, bukan hanya untuk diri sendiri.

Baru mengucapkan permintaan maaf di dunia maya pada hari ini, Ria Ricis kembali menyampaikan pesan yang menohok soal kebencian dan kebaikan.

Ria Ricis menyatakan jika ada satu orang yang dibenci oleh orang banyak, tolong jangan ikut-ikutan bahkan sampai kita mengenal betul dengan orang itu. Dia merupakan apa yang kita pikirkan. Kalau kita berpikiran buruk tentangnya maka untuk seterusnya juga tetap buruk. Begitu sebaliknya, jika kita berpikiran baik, maka dia juga akan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *