May 3, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Pria di Kebumen Ngaku Keturunan Majapahit Cabuli Gadis Dibawah Umur

2 min read

Pria di Kebumen Ngaku Keturunan Majapahit Cabuli Gadis Dibawah Umur – Mengaku bisa mentransfer ilmu, pria di Kebumen, Jawa Tengah ini justru melecehkan gadis di bawah umur. Tersangka bahkan mengaku sebagai titisan Mbah Bondan yang masih keturunan Kerajaan Majapahit.

Tersangka AM (40) warga Kecamatan Puring, Kebumen. Pelecehan seksual itu dilakukan terhadap empat gadis yang akan menjalani pengobatan alternatif kepada tersangka.

“Bukannya dirawat, para korban yang masih bertubuh tinggi itu justru diperlakukan tidak pantas (dianiaya). Sampai saat ini baru 4 korban yang melapor. Yang melapor adalah anak perempuan yang masih di bawah umur,” kata Kasat Reskrim, di Polres Kebumen, AKP Afiditya saat siaran pers di Mapolres Kebumen, Miinggu (2/5/2021).

Perbuatan bejat ini dilakukan pelaku di rumahnya sejak 2017. Kepada seluruh korban yang merupakan warga Kebumen, tersangka mengaku bisa mentransfer kearifan yang diterimanya dari Kerajaan Majapahit.

“Tersangka mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah. Para korban yang ingin memiliki kekuatan diyakini bisa lebih berprestasi, misalnya di bidang olah raga,” imbuhnya.

Namun, karena tidak tahan dengan perlakuan tidak senonoh tersangka, salah satu korban akhirnya ingin memberitahu keluarganya. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi hingga akhirnya tersangka ditangkap di rumahnya pada Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, di hadapan para petugas, tersangka yang sudah menikah tetap bersikukuh bahwa dirinya adalah titisan Mbah Bondan, yang memiliki 11 istri bergelar dewi, dan merupakan keturunan Kerajaan Majapahit. Padahal, ia mengaku belajar hikmah sejak 10 tahun lalu karena belajar dari seseorang.

“Saya masih keturunan Mbah Bondan dan masih keturunan Majapahit. Saya belajar hikmah sejak 10 tahun lalu,” ujar tersangka.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa baju korban. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Polres Kebumen. Tersangka dijerat Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pembentukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *