Nasional – Prajurit Pangkalan TNI AL Nunukan, Kalimantan Utara, menggagalkan penyelundupan 1.386 pasang sepatu karet ilegal asal Malaysia, di pelabuhan tradisional Lalo Salo, Sei Pancang, Pulau Sebatik, Jumat (28/11/2025).
Sepatu yang terbungkus rapi dalam sejumlah kemasan karung tersebut diangkut perahu jongkong PMN Treesyah yang terdaftar sebagai kapal Tawau, Malaysia.
Dua ABK PMN Treesyah, RS dan MK, yang belakangan diketahui sebagai warga Pulau Sebatik, meletakkan tumpukan karung sepatu karet ilegal tersebut di bawah barang pecah belah untuk menyamarkannya dari pemeriksaan petugas.
“Kita menerima informasi dari jaring intel terkait muatan sepatu karet ilegal dari Malaysia. Kita lakukan pemantauan, kita pastikan kapal sandar di dermaga rakyat Lalo Salo, sebelum kita lakukan penindakan,” ujar Danlanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, saat jumpa pers.
Sembari mengawasi laju kapal kayu dari perairan Malaysia, TNI AL berkoordinasi dengan Petugas Bea Cukai Nunukan untuk memastikan apakah jenis muatan sepatu karet bisa ditindak.
Pihak Bea Cukai menegaskan, meski sepatu karet bukan termasuk thrifting, namun pemasukan dan muatan tersebut melanggar Pasal 102 UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan.
“Kita lakukan pemeriksaan barang, dan kita dapati 1.380 pasang sepatu karet ilegal. Kita amankan semua barang bukti ke Mako Lanal Nunukan,” imbuhnya.
Dari pengakuan RS maupun MK, muatan tersebut merupakan milik seorang laki-laki bernama HY di Malaysia, dan akan dikirim ke Kabupaten Malinau.
“Karena barangnya ilegal, cara masuknya ilegal, kita amankan 1.386 pasang sepatu karet, bersama dua ABK dan perahunya,” tegas Primayantha.
Barang tegahan tersebut kemudian diserahkan ke Kantor Pelayanan dan Penindakan Bea Cukai (KPPBC) Nunukan untuk penindakan lebih lanjut.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergisitas unsur TNI AL, ada dari SFQR, Satgas Marinir Ambalat XXXI, Tim Kopaska Ops Yudha Dharma 02, Guspurla Koarmada II, serta Bea Cukai Nunukan,” urainya.
“Kita berharap sinergisitas terus terjaga sehingga memudahkan tugas operasi kita di perairan perbatasan negara kita,” kata Primayantha.
