April 21, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Pengrajin Songkok di Lamongan Panen Rezeki Saat di Bulan Suci Ramadhan

2 min read

Pengrajin Songkok di Lamongan Panen Rezeki Saat di Bulan Suci Ramadhan – Pengrajin songkok di salah satu desa yang ada di kota Lamongan bisa bernapas lega di bulan Ramadhan. Mereka bisa menuai keberkahan Ramadhan karena membanjirnya sejumlah pesanan.

Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah merupakan salah satu desa di Lamongan yang menuai berkah Ramadhan. Desa yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pengrajin songkok ini mulai kebanjiran pesanan sejak memasuki bulan Ramadhan. Pesanan songkok dari berbagai daerah mulai berdatangan.

“Saat terjadi pandemi COVID-19, kami hampir tidak mendapat pesanan sama sekali,” kata Suwitomo, salah satu pengrajin songkok di Desa Pengangsalan saat berbincang dengan wartawan, Senin (19/4/2021).

Karena tidak ada perintah saat pandemi, lanjut Suwitomo, dia sempat berhenti beroperasi. Suwitomo juga memberhentikan sementara 5 karyawannya.

“Pesanan datang beberapa hari sebelum Ramadhan jadi kami merugi. Pesanan kembali dari berbagai kota. Baik di Jawa maupun luar Jawa,” ujarnya.

Suwitomo juga mengakui, pesanan songkok pada Ramadhan tahun ini di tempatnya mengalami peningkatan dibanding Ramadhan tahun lalu. Saat ini Suwitomo harus menyelesaikan minimal 100 partitur songkok setiap minggunya.

Soal harga, kata Suwitomo, songkok yang ia hasilkan tergantung kualitas bahannya. Mulai dari Rp. 320 ribu untuk kualitas biasa, Rp. 420 ribu untuk kualitas medium hingga Rp. 450 ribu untuk yang premium.

“Proses produksi songkok semua dikerjakan di tempat ini. Mulai dari pemotongan bahan sesuai dengan ukuran yang diminta, proses penjahitan sampai diberi bantalan, hingga yang terakhir proses finishing. Jika banyak pesanan dan untuk memenuhi target pesanan terkadang kita juga harus lembur sampai subuh,”jelasnya.

Meningkatnya pesanan songkok di Desa Pengangsalan juga diakui oleh para pengrajin lainnya yang bernama Nurul Huda. Nurul mengungkapkan, meski hanya produksi rumahan, songkoknya selalu mendapat banyak pesanan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Ramadhan ini memang banyak pesanan. Kami juga kehabisan bahan baku karena jumlah pesanan yang banyak,” ucap Nurul.

Suwitomo dan Nurul ialah seorang pengrajin songkok dari sebanyak 200 pengrajin songkok dan pengusaha songkok yang ada di Desa Pengangsalan. Sebagian besar masyarakat, masyarakat menjalankan profesinya sebagai pengrajin songkok dari generasi ke generasi. Songkok dari pengrajin Desa Pengangsalan memang terkenal dengan harga yang murah namun berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *