April 21, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Oknum Pegawai Bank di Kota Bogor Yang Tilap Sejumlah Uang Milik Nasabah Hingga Rp 2 Miliar

2 min read

Oknum Pegawai Bank di Kota Bogor Yang Tilap Sejumlah Uang Milik Nasabah Hingga Rp 2 Miliar – Seorang mantan pegawai bank milik pemerintah di Bogor ditangkap polisi karena diduga menyelenggarakan program investasi fiktif atas nama bank tempatnya bekerja. Tidak tanggung-tanggung, dia mengumpulkan Rp. 2 miliar dari para pelanggannya.

Kapolres Bogor AKBP Harun menegaskan jika tersangka berinisial AM masih bekerja sebagai asisten manajer di bank pemerintah cabang yang ada dikawasan Cileungsi. Kasus ini bermula saat korban berinisial Bu SS ditawari program fiktif oleh pegawai bank atau karyawan tersangka AM. Ia (AM) menawarkan program investasi fiktif. Nanti jika korban menabung (menginvestasikan) uangnya Rp 1 miliar, dia memperoleh untung sejumlah Rp 40 juta, Akan tetapi dengan syarat uangnya ditabung dan tidak ditarik selama satu tahun, ”ucap Harun pada dalam keterangan pers di Mapolda Bogor, Selasa (20/4/2021).

SS dibujuk dari AM. Dia sesudah itu membuka rekening baru di bank pemerintah ini dan menyetor Rp 1 miliar pada November 2019.

“Sesudah membuka rekening, korban ditanyakan buku tabungan dan ATM tersangka alasan pencairan keuntungan dari investasi tersebut. Dua hari kemudian, korban diberikan uang dengan sejumlah Rp 40 juta dan dikatakan untung berdasarkan dari setoran Rp 1 miliar tersebut, ”ujarnya.

“Namun setelah dilakukan proses pemeriksaan kepada tersangka, terungkap jika uang sejumlah 40 juta itu ialah uang milik korban sendiri, bukan uang dari bank. Program itu juga sangat fiktif,” imbuh Harun.

Berdasarkan dari penangkapan tersebut, Harun menuturkan jika tersangka melakukan aksi penipuan dengan menggunakan cara dan modus yang sama dengan korban yang sama. Aksi penipuan dengan investasi fiktif ini dilakukan pada saat tersangka masih bekerja di kantor cabang yang ada di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, pada tahun 2018 yang lalu.

“Jadi pada tahun 2018 tersangka menawarkan sebuah program yang sama kepada korban, korbannya tersebut ialah ibu SS. Kenapa diulangi, karena saat itu kondisi tersangka adalah tabungan korban tidak bisa diambil atau ditarik dalam jangka waktu 2 tahun. Sementara dengan kejadian kedua ini dilakukan oleh tersangka pada tahun 2019, jadi sebelum jatuh tempo tanggal pada tahun 2020, “kata Harun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *