Nasional Terbaru – Waspadai Penipu Cinta Di Dunia Maya

0
1554

Seiring pesatnya kemajuan teknologi, tindak pemerasan pada dunia maya pun makin berkembang pesat pula. Bermacam cara dilakoni pelaku penipuan alias scammers demi melancarkan aksinya tersebut, termasuk diantaranya dengan memasang foto palsu pada akun Facebook serta mengumbar rayuan gombal demi menjaring lawan jenis yang akan dijadikan target korban penipuan. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Saeful Husen pada akun Facebook palsu memakai nama T Rizal Maulana (TRM) dari Aceh. Tak lupa ia juga memakai foto lelaki tampan yang belakangan dikenali sebagai Russel Camat dari Filipina sebagai senjata ‘penakluk’ bagi para korban yang umumnya adalah ibu-ibu.

Saeful sempat memacari hingga 6 perempuan sekaligus serta meminta mereka guna mengirimkan foto bugil dan merekam video seks ketika melakukan aksi phone sex. Kemudian, pria yang kini sudah mendekam dalam Lapas Subang, Jawa Barat tersebut segera memeras korban supaya tak disebar foto serta videonya tersebut. Berawal dari insiden semacam ini, pemerhati serta penulis masalah penipuan dunia maya, Fey Down, pun berinisiatif untuk menjadikan komunitas bernama Waspada Scammer Cinta (WSC) pada Facebook.

“Sengaja saya bikin page ‘Waspada Scammer Cinta’ yang mana korban sering mau cerita sama saya dengan lebih pribadi. Saya membuat Komunitas Satu Hati guna merangkul  korban penipuan supaya tidak terulang lagi,” ditulis Fey pada surat elektronik pada wartawan, hari Jumat (30/1/2015). “Hati saya telah mantap untuk menulis kejahatan dumay utamanya FB serta membela kalangan wanita, juga mengajari supaya mereka tidak tertipu. Serta merangkul mereka yang telah tertipu,” lanjutnya.

Lebih jauh, Fey pun menyebut dirinya kerap mendapati penggunaan foto serta nama palsu pada jejaring sosial. Bahkan tak jarang pula oknum secara sengaja menggunakan foto aparat hukum dengan sengaja tanpa ada sepengetahuan dari pemiliknya. “Yang lebih miris lagi adalah foto aparat negara semisal TNI/Polisi dipakai menipu TKW (Tenaga Kerja Wanita). Saya juga mengenali langsung TNI serta polisi yang gambarnya kerap dipakai oleh penipu. Mereka ini juga korban serta sampai ada yang dipanggil komandan juga,” terang perempuan yang kini tinggal pada wilayah Australia tersebut.

LEAVE A REPLY