Nasional – Hari Anak Nasional, Khofifah Mengajak Orangtua Hindarkan Kekerasan

0
68

Kekerasan dalam anak sekarang ini sangat marak terjadi. Orangtua yang sengaja memberikan kekerasan saat anak melakukan kesalahan. Hal tersebut merupakan salah satu kejadian yang tragis di Indonesia.

Kemaren 23 Juli 2016 adalah peringatakan Hari Anak Nasional. Pada hari itu Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa melakukan ajakan kepada semua orang termasuk pemerintah dan masyarakat untuk selalu bergandengan tangan menjaga dan melindungi semua anak di Indonesia, Minggu (24/7).

Menurut Khofifah untuk bisa membahagiakan anak dan melindungi anak-anak Indonesia memang tidak mudah untuk dilakukan, tetapi semua itu akan sangat mudah dilakukan jika semua orang melakukannya dengan kerja keras dan selalu ikhtiar. Semua yang baik pun akan kembali dengan kebaikan. Diharapkan semua orangtua memberikan perhatian kepada anak dan memberikan pengetahuan tentang nilai-nilai agama yang baik. Umur 0-7 adalah mas-mas dimana anak mengenal bangsa dan agamanya sendiri, hal tersebut dapat dilakukan saat mereka bermain. Selanjutnya di umur 7-10 adalah dimana saatnya mereka mempelajari tentang kesopanan dan etika dalam hidup. Untuk umur 10 adalah saatnya orangtua melakukan pendampingan, karena saat itu lah anak akan mengalami lompatan pemikiran.

Khofifah juga menjelaskan bahwa anak memiliki dunianya sendiri, dimana anak tidak dapat dipaksa melakukan apa yang orangtuanya inginkan. Hal ini harus di perhatikan oleh kebanyakan orangtua, karena dewasanya anak akan tergantung dengan bagaimana orangtua mendidiknya. Dalam kesempatan ini Khofifah sangat menyayangkan bahwa banyak sekali orangtua yang sangat sulit mendidik anak dalam sopan satun.

Dengan adanya perayaan ini Khofifah memberikan tema dalam Hari Anak Nasional yaitu Akhiri Kekerasan Terhadap Anak. Hal ini akan menjadikan tugas bersama antara pemerintah dan orangtua untuk melindungi anak-anak Indonesia dari segala kekerasan baik dari fisik, rohani dan psikologis.

Semoga dengan adanya peringatan tersebut anak-anak Indonesia dapat menggapai cita-citanya pada masa depan dengan rasa bahagia serta terbebas dari segala kekerasan. Kebahagiaan seorang anak adalah tongkat masa depan anak itu sendiri. Dan para orangtua dapat belajar kembali cara mendidik anak tanpa menggunakan kekerasaan.

LEAVE A REPLY