Misteri – SMK di Malaysia Tutup Lantaran ‘Kesurupan’ Massal

0
308

Sebuah sekolah yang berlokasi di utara Malaysia terpaksa ditutup pasca sejumlah siswa serta guru mengalami insiden “kesurupan massal”. Awalnya, mereka menyadari ada bayangan hitam kemudian berteriak lalu tak sadarkan diri. Seperti yang dilaporkan oleh The Independent, Kamis (21/4), kasus yang disebut sebagai “histeria massal” oleh media pemberitaan Malaysia ini terjadi pada sekolah SMK Pengkalan Chepa 2, Kota Baru. Keadaan ini sudah terjadi sejak sepekan yang lalu.

Siti Hawa Mat selaku kepala sekolah menyatakan bahwa seluruh korban mengaku melihat sosok hitam yang sama. Tercatat sampai hari Rabu (20/4) kemarin, sudah 50 murid serta 11 guru kesurupan. Sekolah kemudian ditutup di hari Kamis usai 3 orang mengalami hal serupa. Seperti yang dilaporkan oleh Strait Times, sejumlah siswa mengatakan mereka menyadari ada sosok hitam yang sangat mengerikan menakutkan ruang kantin, aula sampai dalam kelas.

Sekolah yang ada di daerah Kelantan ini sempat buka kembali di hari Minggu (17/4) usai pihak berwenang mendatangkan sejumlah pemuka agama dan bomoh (paranormal) demi membantu mengatasi insiden histeria pada sekolah tersebut. Akan tetapi, Free Malaysia Today melaporkan bahwa para siswa masih saja kesurupan, menjerit sampai berteriak histeris.

Nurlailawati Ramli, seorang guru pada sekolah itu mengaku pada TV lokal, Astro Awani, “Saat saya memegangi seorang murid, tangan saya merasakan kekuatan yang tak biasa. Saya mengucap Istigfar. Lalu situasi jadi di luar kendali. Setelah siswa pulih lalu diperbolehkan pulang, justru saya merasakan ada seseorang yang bersandar di sisi kiri saya. Saya menyadari ada bayangan, ada sosok hitam,” ujarnya.

Guru yang lain, Kamariah Ibrahim, mengaku dia sudah mencoba untuk melafalkan ayat Al-Quran saat menyadari mulai tak sanggup mengendalikan diri. “Saya lihat ada sosok hitam, seperti mencoba masuk ke tubuh saya, namun rekan-rekan segera mengelilingi saya dan membaca ayat Al-Quran. Saya rasa kepala membengkak, mati rasa lalu menangis terus menerus,” akunya. “Saya kemudian membaca ayat Kursi, terus menerus, hingga kepala saya serasa lebih ringan usai satu jam lamanya,” urainya.

LEAVE A REPLY