April 22, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Masjid Agung Di Ciputat Bermula Dari Surau

2 min read

Masjid Agung Di Ciputat Bermula Dari Surau – Bangunan Masjid Agung Al Jihad disebut menjadi masjid paling tua di Tangerang Selatan. Masjid yang saat ini berlantai 2, tepat di samping Pasar Ciputat itu mempunyai sejarah yang panjang.

Masjid tersebut berdiri di atas lahan dengan luas 1.000 meter persegi.

Koordinator Masjid Agung Al Jihad, yakni Sarifudin Ely menceritakan, Selasa, 20 April 2021 bahwa jauh sebelum masjid tersebut berdiri, terdapat sebuah bangunan penjara Belanda yang berada di lokasi itu.

Bangunan penjara tersebut sudah tak ada lagi. Tetapi lokasinya berada di samping masjid yang saat ini berwarna hijau itu.

Setelah Belanda hengkang, masuk saudagar Arab yang bernama Tuan Salim. Ia memperistri seorang wanita Ciputat keturunan Tionghoa. Mulanya Salim mendirikan surau, saat itu orang menyebut sebagai langgar beratap ijuk yang dijadikan tempat ibadah oleh warga setempat.

Seiring berjalannya waktu, kemudian surau tersebut direnovasi. Warga dan beberapa donatur saat itu membangun masjid.

Awalnya bernama Masjid Jami namun kemudian berubah jadi Masjid Agung Al Jihad.

Al Jihad memiliki arti berjuang. Nama tersebut menunjukkan upaya masyarakat sekitar untuk mengubah tempat ibadah yang kecil menjadi besar.

Pada suatu masa, masjid tersebut menjadi ikon dalam siaran azan magrib di TVRI. Itu terjadi pada tahun 1960 an.

Saat itu, masjid banyak didatangi oleh jemaah dari sejumlah daerah. Apalagi ketika hari-hari besar misalnya Idul Fitri, masjid senantiasa dipenuhi oleh umat muslim.

‘’Jadi orang dari berbagai daerah itu pada dating kesini, bukan hanya orang Ciputat saja. Sebab dulu belum ada masjid lain di daerah sini,’’ tutur Sarifudin.

Saat ini, masjid tersebut tak lagi menjadi ikon dalam siaran azan magrib di TVRI. Tetapi masjid itu kini memiliki sesuatu yang baru, yakni marmer hitam dengan lafaz Allah dan Muhammad di tempat imam dan menyerupai kabah.

‘’Itu hasil karya dari arsitek yang telah dimusyawarahkan Bersama dewan pembina masjid. Jadi, seolah seperti kabah. Banyak menjadi bahan untuk foto juga itu,’’ ujar Sarifudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *