Wed. Apr 22nd, 2020

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Kriminal Nasional – Pengamat Nilai Ulah Briptu W sebagai Bukti Polisi Masih Arogan

2 min read

Penembakan yang dilakukan anggota kepolisian Satuan Brimob Polri, Briptu W, menunjukkan bahwa polisi masih memiliki sikap arogan pada masyarakat. Padahal, sebagai instansi penegak hukum yang berhubungan langsung dengan masyarakat, Polri harusnya menjadikan masyarakat sebagai mitra kerjanya.

Bambang Widodo Umar, pengamat kepolisian mengatakan bahwa sikap Briptu W yang meminta korban untuk hormat kepadanya sebelum akhirnya tewas ditembak, keterlaluan. Tidak seharusnya anggota kepolisian menerapkan aturan militer di masyarakat luas. “Persoalan hormat tak bisa diterapkan oleh anggota pada masyarakat atau komunitas tertentu. Norma itu hanya berlaku di kesatuan saja,” kata Bambang pada Rabu (6/11/2013).

Seperti yang telah diberitakan, Briptu W, seorang oknum Brimob Polri diketahui telah menembak mati seorang anggota satpam yang tercatat bernama Bachrudin (35) di kawasan Ruko Seribu Blok L Galaxy, Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (5/11/2013) malam, disebut-sebut juga bahwa tersangka sering mendatangi kawasan kompleks ruko itu. Tetapi pelaku lebih sering datang dengan kondisi mabuk dan kemudian meminta jatah.

Seorang teman korban yang bernama Lorent (22) menyatakan, pelaku tersebut sudah dikenal oleh kalangan satpam-satpam lain pada kompleks ruko itu. Menurut dia, W sering datang ke lokasi dan meminta uang jatah ataupun minuman keras. Pelaku tersebut juga dikenal telah”menguasai” kawasan tersebut, dengan cara meminta para satpam pada kawasan itu mematuhinya.

Sebelum sempat menembak mati Bachrudin (30), W menegurnya karena Bachrudin tak memberi hormat. Oknum polisi itu pun kemudian meminta Bachrudin untuk push-up sebagai hukuman setelah tak menuruti kemauannya. Karena merasa dirinya  tak bersalah, Bacharudin pun menolak melakukan perintah kedua dari pria tersebut. Menerima penolakan tersebut, W pun langsung saja menembak Bachrudin hanya dari jarak sekitar setengah meter saja.

Bachrudin dilaporkan langsung jatuh dan lalu tewas di tempat akibat dari tembakan jarak dekat itu. Peluru diketahui menembus dada bagian kirinya. Lokasi penembakan sendiri berada di depan kantor Panin Bank yang hanya berjarak 100 meter dari Pintu III Seribu Ruko. Kemudian jenazah Bachrudin dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo guna diotopsi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *