Kriminal Hari Ini – Tukang Kayu Babak Belur Korban Salah Tangkap Polisi

0
1264

Ristianto (26), seorang warga Gamasan, Bandungan, Kabupaten Semarang, menjadi babak belur diduga korban salah tangkap dari oknum polisi. Hampir seluruh bagian punggungnya membiru, di kepala juga terdapat luka memar memerah. Lebih lagi, kakinya masih ada bekas darah. Keadaan itu membuat Ristianto menginap di RSU Amabarawa guna menjalani perawatan lebih lanjut.

“Saya dibawa hari Jumat (25/10/2013) sore, lalu dibawa ke hotel di Bandungan. Di situ kemudian saya dipaksa mengakui bahwa saya telah mencuri,” dijelaskan Ristianto saat di RS Ambawara, Semarang, pada Rabu (30/10/2013).

Pada awalnya, Ristianto sedang bermain sepak bola lalu ia dipanggil tiga orang yang tak dikenal. Kemudian ia disuruh masuk ke dalam mobil Avanza. Terus, di dalam mobil tersebut ia diajak bicara mengenai pencurian yang terjadi sekitar enam bulan yang lalu di rumah milik Rusmin kawasan Bandungan yang telah kehilangan sejumlah 90 gram emas.

Dengan mobil Avanza tersebut, Ristianto yang memiliki peawakan tubuh gempal itu dibawa ke hotel di kawasan Bandungan. “Dalam hotel itu, saya dipukuli dan juga ditendang. Kayu dihantamkan ke kepala sampai rusak, selain itu juga pistol sempt ditempelkan di kaki saya,” kata Ristianto, sambil mengancam jika tidak mengaku dirinya akan ditembak kakinya.

Ristianto lalu digiring ke Polsek Bandungan, di sana ia mengaku masih saja dipukuli. “Di Polsek saya pun masih dipukuli punggung sama kaki saya,” kata pria, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang potong kayu sengon tersebut sambil memelas. Sabtu (26/10/2013) malam, Ristianto lalu diantar beberapa polisi pulang ke rumah. Setelah sampai rumah, ia diterima oleh orang tuanya, Jumadi (55).

Sementara itu Kapolsek Bandungan Iptu Ahmad menyatakan bahwa, pihaknya tidak melakukan salah tangkap, karena Ristianto merupakan seorang yang dijadikan terduga kasus pencurian. “Awalnya ia mengaku telah mencuri, dan juga ada dua orang saksi yang juga menyatakan bahwa dirinya mencuri. Ketika dikonfirmasi dengan para saksi, ia malah menarik pernyataannya tadi. Namun, untuk saat ini si terduga diwajibkan melapor setiap Senin ke Polsek Bandungan,” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY