April 21, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Kisah Kursi Sampah dan Sumur Kehidupan di Masjid Darussalam Kota Majalengka

2 min read

Kisah Kursi Sampah dan Sumur Kehidupan di Masjid Darussalam Kota Majalengka – Masjid Jami Darussalam yang berada di Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dikatakan menjadi sebagai masjid tertua di Kota Angin. Masjid tersebut dikatakan telah berusia lebih dari 600 tahun.

Masjid Jami Darussalam didirikan oleh Sunan Gunung Jati dan para pembantunya sekitar abad ke-14. Masjid ini memiliki banyak sejarah dan menjadi saksi bagaimana Sunan Gunung Jati menyebarkan Islam di Jawa bagian barat.

Di balik sejarah panjang yang ada di masjid ini, tersimpan pusaka dan sumur yang airnya tak pernah kering sejak ratusan tahun silam.

Dari sekian banyak pusaka yang ada, sebuah kursi tersimpan rapi di dalam sebuah ruangan. Kursi tersebut diberi nama Ketua Sumpah Ki Gedeng Sawit. Kursi sumpah tersebut disimpan oleh pengurus Masjid Jami Darussalam dalam lemari kaca berbalut kain putih.

Sesuai dengan namanya, kursi sumpah tersebut dibuat oleh Ki Gedeng Sawit, salah satu dari sembilan pendamping Sunan Gunung Jati saat mendamaikan perselisihan antara masyarakat Desa Karangsambung saat itu dengan pembangunan Masjid Jami Darussalam.

Seorang sesepuh Desa Karasambung yang juga pengelola Masjid Jami Darussalam bernama Wahdiyat (69), menuturkan, sejak perseteruan antar masyarakat Karasambung berhasil dirujuk oleh sembilan orang pendamping Sunan Gunung Jati, baru dua orang yang kemudian diselesaikan.

Saat itu dua orang asisten dari Sunan Gunung Jati diperintahkan untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam yang ada di Desa Karangsambung. Ki Gedeng Sawit juga membuat sebuah kursi yang ia gunakan sebagai tempat duduk pada saat memberi ceramah tentang agama.

Entah ceritanya, kursi itu kemudian dijadikan kursi sumpah bagi masyarakat Desa Karangsambung yang diduga berbohong. Kata Abah Wahdi, sapaannya, siapapun yang berbohong akan ketahuan jika duduk di kursi.

Bukan hanya kursi sumpah, Masjid Jami Darussalam juga memiliki sumur yang sudah ada semenjak masjid ini dibangun pada abad ke-14. Sumur yang terletak di tempat wudhu itu juga menyimpan banyak sekali cerita mitos. Sumur yang juga berusia ratusan tahun itu konon katanya tidak pernah mengering.

Abah Wahdi menuturkan, air dari sumur tersebut dikenal dengan nama Cai Kahuripan atau air hidup. Faktanya, tidak sedikit orang yang percaya bahwa air dari sumur memiliki banyak manfaat.

Air sumur juga dimanfaatkan pengelola Masjid Jami Darussalam untuk mencuci pusaka yang disimpan. Selain kursi sumpah, juga terdapat benda pusaka lainnya seperti keris, tombak, perabot rumah tangga dan alat bermain yang terbuat dari batok kelapa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *