Kesehatan – Ngopi Pagi Tak Akan Bikin Jantung Berdebar

0
161

Banyak orang dari berbagai kalangan yang memilih kopi untuk minuman andalan demi betah melek dan tetap semangat seharian. Namun ada pula yang merasa khawatir lantaran kopi dituduh bisa memicu jantung berdebar. Adalah wajar kalau mereka merasa khawatir atas efek kopi, sebab jantung berdebar yang menurut bahasa medisnya adalah heart palpitation sudah lama dikenali sebagai pemicu gangguan kronis terhadap jantung, termasuk halnya stroke sampai kematian oleh serangan jantung.

Walau begitu, anggapan ini ditampik oleh peneliti asal University of California. Ia beranggapan bahwa meyeruput kopi setiap pagi tak membuat jantung berdebar. Hal tersebut dibuktikan oleh peneliti dengan melakukan pengamatan terhadap konsumsi kopi, teh serta cokelat oleh 1.388 responden acak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61% di antaranya mengaku meminum lebih dari 1 macam produk berkafein selama 1 hari.

Lalu peneliti menghitung jumlah PAC dan PVC masing-masing responden. PAC (Premature Atrial Contraction) adalah satu dari bermacam aritmia ataupun gangguan irama jantung, yang mana detak jantung berubah jadi terlalu cepat, terlalu lambat maupun tak beraturan. Sementara untuk PVC (Premature Ventricular Contraction) merupakan kondisi yang mana jantung sering berdebar-debar lebih tinggi dari yang biasanya.

Nyatanya, berapapun kopi, teh, maupun cokelat yang dikonsumsi, peneliti tak menemukan adanya suatu keterkaitan diantara konsumsi produk berkafein pada kedua kondisi tersebut, bahkan walau dalam frekuensi yang terbilang tinggi. “Kemungkinan setelah ini, diperlukan adanya perubahan panduan terkait konsumsi produk berkafein sesungguhnya yang bermanfaat terhadap kesehatan kardiovaskular,” pungkas peneliti, Dr Gregory Marcus, yang dilaporkan di Journal of the American Heart Association.

Pada banyak studi lainnya, kopi juga sering dikaitkan dengan penurunan risiko dari beberapa penyakit kronis semisal jantung, stroke serta kanker, bahkan dapat memperpanjang umur. Beda lagi dengan minuman berenergi yang terbukti memicu kerusakan jantung. Marcus pun mengingatkan bahwa potensi gangguan jantung yang semakin memburuk sejatinya hanya berpengaruh terhadap mereka yang sudah punya riwayat gangguan pada jantung saja. Maka dari itu, disarankan agar menghindari segala hal yang bisa memperparah kondisinya, seperti dengan membatasi konsumsi kopi, alkohol serta nikotin.

LEAVE A REPLY