Kesehatan – Kini Anjing Sudah Bisa Endus Malaria

0
139

Walau tak seheboh Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria masih menjadi penyakit akibat nyamuk yang mengancam masyarakat Indonesia. Hingga kini, tindakan yang diterapkan untuk malaria berupa penanganan medis saat terjadi dan sejumlah pencegahan semisal menghindari gigitan nyamuk Anopheles yang jadi pembawa bakteri Plasmodium pemicu malaria.

Namun pada sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, diketahui bahwa anjing pun bisa dimanfaatkan dalam upaya pencegahan serta penanganan dini malaria. Diketahui bahwa anjing sanggup mendeteksi penderita malaria. “Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pasien terinfeksi malaria akan menghasilkan bau khas pada nafas mereka yang akan hilang usai diobati,” terang Steve Lindsay, seorang ahli malaria di the School of Biological and Biomedical Sciences, Durham University, dilansir dari Independent.

“Kami tahu nyamuk pembawa malaria memang memilih menggigit mereka yang telah terjangkit oleh penyakit itu, yang nyaris pasti dideteksi berdasar pada aroma tubuh,” terangnya. Lindsay yang sekaligus kepala penelitian mengatakan bahwa dengan adanya temuan ini, maka anjing bisa dimanfaatkan sebagai pemindai wisatawan pada loaksi rentan invasi malaria.

Pemanfaatan anjing ini dianggap menguntungkan sebab tidak banyak biaya, portabel, dan tak memerlukan laboratorium besar guna pengujian darah seperti halnya dalam prosedur umum. Tak hanya itu, dengan indera penciuman anjing yang tajam, maka menjadi mudah serta cepat dalam mengetahui orang yang terjangkit malaria yang dapat mempercepat tindakan medis.

Tak hanya kali ini saja anjing berfungsi pada kehidupan manusia. Anjing sudah sejak lama dimanfaatkan oleh pihak kepolisian dalam investigasi kriminal. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa anjing sanggup mendeteksi seseorang yang menderita kanker. “Anjing mempunyai indra penciuman yang sangat luar biasa. Mereka bisa mendeteksi sampai ukuran part per trillion. Ukuran ini setara dengan sesendok makan gula di dalam air kolam renang berukuran Olimpiade,” terang Claire Guest, CEO Medical Detection Dogs, sebuah lembaga pelatih anjing guna kegiatan medis.

“Dalam suatu pengujian, anjing bisa membuktikan bahwa 93 persen mereka bisa dipercaya dalam mendeteksi kanker. Saya yakin bahwa mereka juga sanggup mempelajari bau malaria,” sambungnya.

LEAVE A REPLY