April 7, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Kementerian Pertanian Sebut Stok Dari Pupuk Di Kawasan Pantura Sudah Aman

2 min read

Kementerian Pertanian Sebut Stok Dari Pupuk Di Kawasan Pantura Sudah Aman – Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim di beberapa gudang, stok pupuk di kawasan Pantura aman. Stok ini dinilai mencukupi sebelum padi musim kemarau ditanam.

“Makanya setelah dipantau, gudang di kawasan Pantura seperti Karawang dan Indramayu penuh stok pupuk kimia. Orang mengira stok pupuk aman sebelum musim tanam Gadu dimulai,” Ucap Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhammad Hatta saat memantau stok pupuk di Gudang Lini 3 Pupuk Kujang Sukra, Indramayu, Selasa (6/4/2021).

Usai pemeriksaan langsung, lanjutnya, ada pupuk di gudang dan kios, dan bisa dipastikan harga pupuk tersebut sesuai dengan harga eceran tertinggi (het).

 “Harga di kios belum naik. Kami dan KTNA melakukan inspeksi langsung di lapak,”ujar Hatta sesudah mengecek kios pupuk Sumari Tani, Desa Pamayahan, Lohbener, Indramayu.

Bersamaan dengan itu, di Karawang juga dilakukan pemantauan keamanan stok pupuk. Di banyak gudang pupuk, karung ditumpuk rapi dan siap didistribusikan pada musim tanam berikutnya.

“Di beberapa kios juga ada stok pupuk. Misalnya di Toko Santani, Lamaran, terlihat urea, phonska dan berbagai pupuk lainnya berbaris menunggu pembeli”tambahnya.

Selain itu, Endjam Djamsir, Ketua KTNA Karawang dan Wakil Ketua KTNA Jawa Barat, mengatakan pemberian pupuk kepada petani paling baik dilakukan pada musim tanam terakhir.

Endjam mengatakan, buktinya terlihat dari hasil panen petani Karawang. Menurut catatan, pada musim panen kali ini, Karawang menghasilkan 1,3 juta ton gabah kering giling.

“Jumlah ini melebihi target pemerintah. Karawang sangat surplus yang Artinya jika ada panen raya, sawah akan dipupuk dengan baik,”ucap Endjam.

Adapun yang dikeluhkan petani saat ini bukanlah kelangkaan pupuk kimia, melainkan harga gabah yang masih lebih rendah dari harga komoditas (HPP). Saat ini di beberapa daerah di Karawang harga pembelian gabah sekitar Rp3.800, sedangkan harga gabah diperkirakan Rp 4.200 per kilogram.

“Padahal yang menjadi masalah petani saat ini adalah harga gabah, bukan stok pupuk kimia,”kata Endjam.

Sutatang dari KTNA Indramayu juga membenarkan turunnya harga gabah. Dia mengatakan, harga gabah di Indramayu berkisar antara 3.800 hingga 4.000 rupiah per kilogram.

“Harganya lebih rendah dari harga dasar pemerintah. Alasannya karena sekarang sudah panen di mana-mana. Makanya menurut hukum ekonomi, kalau beras banyak, harganya akan turun karena masyarakat bisa mendapatkan beras dengan mudah,” ujar Sutatang.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada Senin 5 April 2021, persediaan pupuk Karawang mencapai 2.11,68 ton. Rinciannya, urea 728,23 ton, NPK 1110,65 ton, dan organik 272,80 ton.

Sedangkan untuk Indramayu, stok pupuk pada Senin 5 April 2021 mencapai 2.783,27 ton. Rincian informasi adalah 963,37 ton urea, 666 ton, nitrogen 25 ton, fosfor dan kalium, dan 1152,75 ton bahan organik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *