Sat. Apr 4th, 2020

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Kasus Spionase – Alasan Saluran Komunikasi Pejabat RI Gampang Disadap

2 min read

Tubagus Hasanudin, Wakil Ketua Komisi I DPR, tak kaget mengapa penyadapan dilakukan asing dengan mudah terhadap jaringan komunikasi para pejabat Indonesia. Ia menjelaskan setidaknya dua hal yang membuat saluran komunikasi pejabat Indonesia mudah disadap, yakni soal teknologi dan kebiasaan dari penggunaan teknologi.  “Bobolnya bisa dikarenakan teknologinya lebih usang dari yang dimiliki luar negeri mengakibatkan mudah diintersepsi,” jelas Hasanuddin di Kompleks Parlemen, pada Rabu (6/11/2013).

Mantan Sekretaris Militer itu menjelaskan penyebab lain yaitu ketidakcermatan dari penggunaan alat antisadap yang seharusnya digunakan pejabat. Sebagai mantan seorang ajudan presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri, Hasanudin tahu persis bagaimana petugas keamanan presiden harus rajin merubah kode-kode rahasia di alat antisadap. “Kebiasaan petugas yang kurang baik, karena namanya intersep tiap hari harus diganti kodenya, bahkan bila perlu setiap 2 jam bisa diganti kodenya. Tapi apa yang terjadi tidaklah demikian,” ditambahkan pria yang juga politisi PDI Perjuangan itu.

Hasanudin berpendapat, guna mencegah penyadapan maka hal ini perlu diatur dalam sebuah produk hukum. “Misalnya harus mendapat izin dari pihak pengadilan, hal ini belum ada. Seharusnya ada aturan seperti ini,” katanya. Hal ini menyikapi terkuaknya skandal penyadapan oleh badan intelijen Amerika Serikat yang terus meluas. Bukan hanya negara sekutu di Eropa yang disasar, melainkan juga sejumlah negara di Asia, termasuk diantaranya adalah Indonesia. Australia sebagai salah satu sekutu AS, diduga turut menyadap Indonesia.

Berita terbaru yang dirilis laman harian Sydney Morning Herald (www.smh.com.au) pada hari Kamis (31/10/2013) dini hari waktu setempat, atau sekitar Rabu malam WIB, menyebutkan bahwa, kantor Kedutaan Australia di Jakarta juga menjadi lokasi penyadapan sinyal.

Surat kabar itu mengutip dokumen rahasia milik Badan Keamanan Nasional AS (NSA) di sebuah majalah Jerman, Der Spiegel. Dalam dokumen itu dilaporkan bahwa Direktorat Sinyal Pertahanan Australia (DSD) telah mengoperasikan program Stateroom. Stateroom adalah nama kode program penyadapan terhadap sinyal radio, telekomunikasi, dan juga lalu lintas internet oleh AS beserta para mitranya yang tergabung dalam jaringan bernama”Lima Mata”, diantaranya Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *