Kabar Terkini Politik – Koalisi Partai Islam Sulit Usung Capres

0
883

Wacana tentang koalisi dari partai Islam usai pileg kian menggema. Tetapi masih dinilai cukup sulit, dan salah satu diantaranya ialah menentukan siapa tokoh capresnya apabila memang akan terjadi koalisi dari partai Islam. “PKB misalnya yang mempunyai suara terbanyak pun juga tidak pede. Juga masih belum ada kesepakatan politik yang terhitung saling menguntungkan. Dari PAN nama Hatta Rajasa, dari PKS keluar Anis Matta. Dan ini menjadi sebuah penyakit keterbelahan dari jiwa partai Islam. Inginnya bersatu tetapi sulit untuk dipersatukan,” terang Andar Nubowo, pengamat politik pada saat sela-sela diskusi bertajuk ‘Capres Cawapres Jawa Luar Jawa Paduan Popularitas dan Kompetensi dan Integritas’ dari kawasan Plaza 3 Pondok Indah, Jl. TB Simatupang, Jaksel, hari Minggu (20/4/2014).

Menurut penuturan Andar, semenjak era Reformasi, utamanya dari kisah Presiden Abdurrahman Wahid salah satu dari koalisi partai Islam bisa dijadikan pembelajaran. Ketika itu pula menjadi peluang pertama partai Islam untuk dapat bersatu sebab ada nama Amin Rais yang menjabat Ketua MPR serta Akbar Tanjung sebagai Ketua DPR. Meskipun beberapa parpol Islam telah berkumpul di Cikini pada minggu ini, hal itu tak menjamin tentang bersatunya suara partai. Tetapi apabila elit-elit dari partai Islam ini bersedia membersihkan diri atas hal perebutan kekuasaan serta menghapus segala trauma, maka tak menutup kemungkinan partai Islam dapat bersatu. Padahal, setelah Pileg ini bisa menjadi momentum untuk partai Islam agar bersatu.

“Krisis atas tokoh yang tengah terjadi pada partai-partai Islam ini meski ada pula tokoh yang sebenarnya potensial yang telah dipetakan contohnya Mahfud MD yang baik di segi hukum untuk sosok tokoh dari partai Islam,” katanya. Andar pun memprediksi bahwa suara dari Partai Islam nantinya mungkin diraih oleh Prabowo Subianto sebab latar belakangnya yang sebagai ‘tentara hijau’ dan dulu dikenal pula dekat dengan beberapa tokoh Islam. Sosok dari Prabowo juga dianggap lebih menyatu bersama partai Islam. Dibandingkan dengan Jokowi yang diramalkan kesulitan dalam menggandeng suara Islam.

LEAVE A REPLY