Kabar Seks Sehat – Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Sang Bayi?

0
1815

Terdapat banyak cara yang dipercayai akan dapat menentukan jenis kelamin dari bayi yang akan dikandung. Termasuk dalam hal posisi kita sewaktu melakukan hubungan suami istri, lalu apakah hal ini benar?

“Hingga pada saat ini, berbagaimacam posisi seksual tidak dapat menentukan jenis kelamin yang diinginkan oleh pasangan suami istri.”terang dr. Andri Wanananda, MS. Seorang seksolog dari Fakultas Kedokteran Univ. Tarumanegara, Selasa 8 April 2014.

Dr. Andri Wanananda mengatakan jika sel jantan atau spermatozoa mengandung zat kromosom atau cikal bakal jenis kelamin bayi X dan Y, sementara sel betina atau ovum mengandumg zat kromosom X saja.

Jika sperma bersatu bersama dengan ovum maka akan terjadi 2 kemungkinan saja, ovum yang telah dibuahi oleh sperma dengan kandungan kromozom Y, yang akan membentuk bayi berjenis kelamin laki – laki. Jika ovum dibuahi sperma dengan kandungan kromosom X, maka bayi tersebut akan berjenis kelamin perempuan. Yang jelas, kemungkinan bayi laki – laku ataupun bayi perempuan adalam 50:50.

“Kemajuan ilmu dalam bidang kedokteran biomolekuler akan dapat menentukan sebuah teknologi penentu jenis kelamin dari bayi yang diharapkan oleh pasangan suami istri pada masa mendatang.”imbuh dr. Andri Wanananda.

Tetapi menurut dr. Andri Wanananda, memang terdapat beberapa penelitian yang masih belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Semisal, jika berharap untuk mendapatkan seorang anak perempuan maka pasangan suami istri harus bersenggama 2 hingga 3 hari sebelum masa subur dan juga memilih posisi misionari atau pria diatas dan perempuan dibawah. Posisi ini diyakini akan membuat penetrasi dangkal yang membuat zat kromosom Y tidak akan dapat mencapai ovum. Sementara bersenggama jelang masa subur dipercaya akan dapat membuat jenis kelamin sang bayi menjadi laki – laki.

Posisi penetrasi dari belakang dipercayai menjadi salah satu cara penetrasi yang akan membuat kromosom Y dapat melaju lebih cepat menuju ovum dibandingkan dengan kromosom X.

“Tetapi cara seperti ini masih belum dapat dibuktikan dengan ilmiah hingga pada saat ini.”tutup dr. Andri Wanananda.

LEAVE A REPLY