Kabar Politik Terkini – Seorang Pemulung Tidak Mengenal Sosok Jokowi

0
683

Meskipun mengaku akan memilih capres yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP dalam Pemilu Presiden nanti, Teksan Kudahati, 52 tahun seorang pemulung yang kegiatan sehari – harinya mengumpulkan botol bekas minuman ini ternyata tidak kenal dengan sosok Jokowi. Ketika ditemui, pria paruh baya warga dari Karame Kec. Singkil tidak kenal dengan capres yang diusung oleh PDI P tersebut.

“Kalau calon presiden ya jelas Megawati. Pokoknya Megawati.”ungkapnya polos ketika ditanya siapakan calon presiden yang menjadi pilihannya nanti, Sabtu, 22 Maret 2014.

Ketika disebut nama Joko Widodo, sebuah jawaban yang cukup menggelitik terlontar dari mulut Teksan Kudahati. “Jokowi itu kan kepala dari demokrasi. Sekarang kan dia menjadi gubernur dari Jateng.” Ujar pria yang berasal dari daerah Tagulandang tersebut.

Maklum, dalam kegiatan sehari – hari, Kudahati hanya menghabiskan 1 harinya dengan mencari botol – botol bekas, dari pagi hingga hari menjelang malam. Hal ini membuat dirinya tidak begitu mengenal sosok Joko Widodo yang diusung oleh PDI Perjuangan sebagai calon presiden dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut. “Satu botol biasanya dihargai Rp. 100 dan jika satu karung Rp. 30.000. Cukup lah untuk makan satu hari tersebut.”ungkapnya.

Dalam sehari pendapatannya juga tidak pasti. Kadang mendapat 1 karung tetapi kadang juga tidak.

Meskipun hidup dalam kondisi yang serba kekurangan dan harus menyekolahkan anaknya yang berada dikampung, dirinya akan terus berusaha untuk memberikan segala macam hal yang terbaik untuk negara. Dia bertekat untuk menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi atau pemilu nanti dan memilih untuk tidak golput.

“Jika memilih berarti suara kita tidak masuk dalam pemilihan. Jadi saya akan tetap memberikan suara dalam pemilu nanti.”tegas Teksan Kudahati.

Dia berharap, siapapun yang nanti akan terpilih untuk menjadi seorang presiden dapat lebih memperhatikan masyarakat miskin dan kecil seperti dirinya. Jangan hanya mengurus kepentingan diri sendiri ataupun kepentingan partai.”Kita membutuhkan tempat tinggal dan juga pekerjaan yang layak saat ini pak.”

LEAVE A REPLY