Kabar Politik Nasional – Romi Berujar Tentang Koalisi Bersama Dengan Gerindra

0
679

Ketua Umum PPP atau Partai Persatuan Pembangunan, Suryadharma Ali dituding telah melakukan pelanggaran aturan partai yang saat ini berlaku. Karena dirinya dengan seenaknya melakukan perubahan reposisi dalam partainya.

Salah seorang jelas terkena imbas dalam reposisi, yaitu Sekertaris Jendral PPP, M. Romahurmuziy atau Romi. Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Ketua Umumnya itu merupakan penafsiran secara tunggal.

Dia juga menjelaskan, salah satu penafsiran yang dilakukan dianggap salah dan diyakini juga melibatkan nama Djan Farids selaku wakil Ketua Umum PPP.

“Rapat DPP melakukan penafsiran tunggal bersama dengan beliau. Ini tentu menjadi sebuah kesalahan besar dalam hal penafsiran. Contoh dalam kasus penempatan Bapak Djan Farids yang sudah jelas tidak sesuai dengan AD/ART pasal 9 ayat 2. Tidak dapat anggota biasa untuk menggantikannya.”ungkap Romi setelah melakukan rapat bersama pengurus harian di kantor PPP, Sabtu 19 April 2014 dinihari.

Meskip demikian, dirinya enggan mengatakan jika Suryadharma Ali tidak mengetahui aturan yang sudah berlaku. Tetapi, diakuinya jika Menteri Agama tersebut telah kerap diingatkan mengenai peraturan itu.

“Pak Surya, saya tidak tahu beliau mengetahui atau tidak. Tetapi saya sudah mengingatkan beliau berulang kali. Saya sudah sering mengingatkan beliau.”terangnya.

Selain itu, dirinya juga menampik jika PPP akan melakukan pemakzulan pada SDA atau Suryadharma Ali. Meskipun begitu, secara tegas dirinya berkata jika ketua umumnya telah melakukan pelanggaran aturan karena telah melakukan response seenak sendiri.

“Tidak ada pemakzulan kepada SDA. Pemilihan yang dilakukan oleh Pak Surya telah menlanggar konsitusi dari PPP.”imbuhnya.

Romi juga mengatakan jika Ketua Majelis Syariah PPP, KH. Maimoen Zubari hanya memberikan ijin untuk melakukan silaturahmi politik. Sebelumnya, SDA juga mengklaim telah mendapatkan restu yang berasal dari para sesepuh partai berlambang Kakbah tersebut.

“Usai Pak Surya mengutarakan statement, saya kemudian menelpon ketua dewan majelis. Dia berkata, restu itu hanya berupa ijin untuk melakukan silaturahmi politik bukan restu untuk menjadi calon presiden.”ungkap Romi.

Menurut SDA, kolaisi dengan partai Gerindra telah mengantongi ijin KH. Maimoen Zubair.

“Dukungan terhadap Prabowo Subianto juga diperkuat oleh Ketua Majelis Syariah PPP, KH. Maimoen Zubair. Dengan begitu, dukungan dari PPP sebenarnya telah secara penuh. Tinggal nanti kami akan memproses hal itu sesuai dengan formalitas didalam mekanismenya dan proses didalam partai PPP.”ujar SDA.

LEAVE A REPLY