Kabar Peristiwa – Proses Pemeriksaan 16 Panitia Diksar Mapala Mulai Bergulir

0
109

Hari ini proses pemeriksaan kasus kematian tiga peserta diksar Mapala UII berlanjut. Dengan ditetapkannya dua orang panitia diksar sebagai tersangka, kini aparat Kepolisian Polres Karanganyar melakukan pemeriksaan kepada 16 mahasiswa yang menjadi panitia Diksar Mapala UII hari ini Selasa (31/01/2017). Kedatangan mereka ke Mapolres Karanganyar dengan menggunakan bus serta didampingi oleh mantan Rektor UII Haryoso, juru bicara Tim Investigasi Muzaiyin Nazarudin dan tim penasehat hukum.

Pada pukul 09.30 WIB para mahasiswa tersebut memasuki ruang Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Karanganyar. Ke- enam belas panitia diksar itu akan menjalani proses pemeriksaan terkait dengan meningalnya tiga peserta Diksar di Tlogodlingo, Tawangmangu. Pemeriksaan tersebut akan berlangsung secara maraton.

“Untuk proses pemeriksaan akan kami usahakan untuk tuntas hari ini,” kata Kanit Krimsus lptu Gurbacov.

Untuk tempat pemeriksaan dilakukan di ruangan yang berbeda, untuk 16 panitia dilakukan di Reserse Kriminal Umum dan sedangkan pemeriksaan untuk mantan rektor UII dilakukan di ruang Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus). Pemeriksaan tersebut langsung dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Rohmat Ashari.

Kepada wartawan Haryoso mengungkapkan, akan membantu di setiap proses yang berjalan hingga tuntas. Pihaknya senantiasa akan selalu terbuka untuk memberikan data yang diminta oleh polisi. Untuk sanksi yang yang akan di berikan kepada tersangka atau panitia, ia masih menunggu keputusan dari rapat senat.

“Kalau untuk sanksi yang akan diberikan masih harus melalui rapat senat terlebih dahulu. Biasanya ada tiga kategori untuk saksi yang akan diberikan, ringan, sedang dan berat. Untuk sanksi ringan akan berupa peringatan, sedang akan berupa skorsing dan untuk yang berat bisa di keluarkan dari kampus,” tutup Haryoso.

Haryoso sendiri telah resmi mengundurkan diri dari jabatan rektor UII, hal tersebut dilakukan untuk pertanggung jawaban secara moral. Namun Haryoso tidak akan lari dari masalah yang menerpa UII saat ini, ia akan selalu mengawal disetiap prosesnya, guna untuk mendapatkan jalan keluar terbaik untuk penyelesaian dari kasus meninggalnya tiga mahasiswa UII di acara Diksar Mapala, yang hal tersebut juga membuat hancurnya nama besar dari UII.

LEAVE A REPLY