Kabar Otomotif – Sudah Dikarantina Selama 6 Hari, Baterai Mobil Listrik Tesla Model S Bisa Terbakar lagi

0
1

Mobil listrik mempunyai teknologi yang berbeda jika dibandingkan dengan mobil pada umumnya, sehingga hal itu menyebabkan mobil listrik membutuhkan penanganan yang berbeda ketika terbakar.

Bahkan, setelah mobil listrik yang mengalami terbakar berhasil untuk dipadamkan, baterai yang menjadi sumber dayanya masih berpotensi untuk terbakar kembali. Seperti yang sudah terjadi dengan mobil listrik Tesla Model X yang mengalami kecelakaan parah yang menyebabkan terbakar pada Maret 2018.

Enam hari setelah kecelakaan itu, baterai dari mobil tersebut dikarantina tiba – tiba saja terbakar. Seperti yang sudah dilansir dari KTVU 2, setelah beberapa menit api bisa dipadamkan, baterai tersebut  tetap terbakar kembali dalam beberapa minggu.

Chief Mountain View Fire, Juan Diaz mengatakan jika baterai tersebut kembali memanas walaupun sudah didinginkan sepenuhnya. “Kami tak mmepunyai alat untuk menghadapi baterai dengan kondisi seperti itu,” ujarnya.

“Dalam kasus mobil tesla yang terbakar ini, enam hari setelah kebakaran, temperatur yang ada di dalam sel meningkat sampai ke titik memercikkan api. Sehingga mobil kemudian terbakar kembali. Ini merupakan hasil dari penyimpanan energi yang kurang stabil,” tambahnya.

Mobil listrik buatan Amerika Serikat, Tesla Model S ini menjadi salah satu mobil sedan mewah yang sampai saat ini masih banyak diminati oleh para konsumen dari berbagai dunia.

Selain sama sekali tak mengkonsumsi bahan bakar minyak, tampilan serta teknologi yang dibenamkan di Tesla Model S dianggap sangat menarik dan modern.

Akan tetapi, mobil listrik ini ternyata tak luput dari kekurangan. Seperti yang sudah terjadi di salah satu jalandi Tyrol, Austria, dimana mobil listrik mewah Tesla Model S dengan berbalut kelir putih terbakar.

Dalam video yang sempat beredar, sejumlah petugas dan mobil pemadam berusaha keras untuk bisa mengatasi api. Hanya saja, seperti yang ada diunggahan media sosial Facebook, mobil listrik yang satu ini ternyata dianggap paling sulit untuk dipadamkan jika terjadi kebakaran.

Untuk dapat mendinginkan mobil itu, ternyata dibutuhkan 3.000 galon air supaya baterai bisa menjadi lebih dingin. Namun, sebelum melakukan hal itu harus bisa memutuskan aliran power suplay dari baterai. Disinyalir mobil tersebut lama penanganannya memadamkan api sebab mobil itu menggunakan baterai lithium. Adapun untuk bisa mencegah timbulnya api, para petugas diwajibkan untuk mengatantina bangkai mobil yang terbakar itu sampai 48 jam.

LEAVE A REPLY