Kabar Otomotif – Muncul Kerak Di Dalam Komponen Mesin? Ini Asal Usulnya

0
1

Pernahkah berfikiran atau ditawari untuk mencoba carbon cleaner yang diklaim bisa membantu membersihkan komponen dalam mesin mobil? Biasanya bengkel mengklaim jika carbon cleaner bisa membuat mesin lebih segar lagi, dan membuat tarikan mesin kembali jos.

Carbon cleaner sendiri sebenarnnya mempunyai peranan lain yakni melunturkan karbon yang ada dalam ruang bakar mesin. Umumnya, carbon tersebut biasa di sebut kerak mesin. Dengan hilangnya kerak mesin itu, maka berarti akan menghilangkan penghalang yang mengganggu kinerja di ruang bakar.

Lalu sebenarnya dari mana asala carbon atau kerak yang ada di mesin ini? Harun Tanjung, Sales and Service Proxima yang menawarkan turbojet untuk masalah ini mengatakan jika kerak tersebut muncul karena kurangnya pasokan udara ke ruang bakar.

“Yang menjadi kontribusi utama masalah ini adalah pengotoran udara di ruang bakar. Karena udara yang kurang, maka bahan bakar tak bisa terbakar dengan habis,” katanya.

Sebab bensin yang sudah megucur ke ruang bakar, semantara untuk asupan udaranya hanya  mengandalkan aliran natural ke dalam ruang bakar. Namun, pembakaran sudah terjadi lebih dulu, dan asupan dari udara tak seimbang. Hal itulah yang menyebabkan munculnya kerak di dalam komponen mesin.

“Sisa dari bahan bakar itulah yang akhirnya mengkristal sehingga mengakibatkan satu lapisan kerak di ruang bakar serta di kepala piston,” tandasnya.

Yang menjadi salah satu komponen utama yang terletak di dalam blok silinder mesin adalah piston, atau yang biasa disebut seher. Piston sendiri melakukan gerakan naik turun mengikuti siklus kinerja mesin. Gerakannya tersebut berasal dari ledakan karena proses pembaaran, antara bahan bakar, udara, dan api.

Dengan suhu yang sangat panas dan gerakan naik turun yang sangat cepat, lama – kelamaan membuat piston mengalami penurunan kinerjanya. Slaah satu yang sangat sering terjadi adalah munculna kerak hitam yang ada di permukaan kepala piston.

Kerak hitam itu merupakan karbon yang tidak sukses terbakar. Lalu lama kelamaan menumpuk dan kemudian membentuk lapisan yang lama kelamaan semakin tebal. Jika karbon ini menjadi semakin banyak, maka hal itu akan berdampak menjadikan tekanankompresi akan sangat tinggi.

Maka dari itu, seher harus mendapatkan perhatian lebih. Nah ada beberapa cara untuk itu, misalnya dengan membongkar area blok mesin secara keseluruhan. Namun ada pula yang jauh lebih simpel yakni dengan menyemprotkan engine cleaner.

LEAVE A REPLY