Kabar Olahraga – Atlet: Gak Masalah Setor 30 % Bonus ke NPC

0
1

Jendi Pangabean yang merupakan atlet peraih medali emas pada Asian Para Games 2018 mengaku jika dirinya tidak mempermasalahan pemotongan bonus. Sebagaimana diketahui, National Paralympic Committee atau NPC Indonesia melakukan pemotongan bonus atlet hingga 30 %. Meski pun demikian, Jendi tidak mempermasalahkannya sebab ujung – ujungnya uang tersebut juga akan kembali padanya.

Berdasarkan AD/ART NOC mengatur jika pemotongan bonus yang didapatkan atlet dari pemerintah. Bahwasannya setiap atlet memang berkewajiban untuk memberikan 30 % bonus yang sudah diterimanya kepada NPC.

Sebenarnya aturan kontribusi itu diklaim sudah lama adanya, namun baru mengemuka belakangan ini, seiring dengan berakhirnya Asian Para Games 2018.

Jendi pun tidak mempermasalahkan atas adanya aturan tersebut. dirinya juga sudah lama mengetahuinya bahkan sebelum perhelatan Asian Para Games 2018 berlangsung. Perenang yang berasal dari Sumatera Selatan tersebut hanya meminta supaya pemanfaatan anggaran tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

“Selama ini memang telah dipergunakan untuk uji coba. Pada intinya juga untuk atlet juga, dari atlet untuk atlet. Kita kan juga ada biaya menuju luar negeri,” ungkap Jendi ketika dikonfirmasi pada Kamis 18/10/2018.

“Tak apa – apa lah, yang terpenting kita ini bersyukur saja. Itu kan juga sudah membantu NPC. Selama hal itu bisa dipertanggungjawabkan, tidak masalah,” imbunya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Syuci Indriani. Atlet peraih empat medali untuk Indonesia pada gelaran Asian Para Games 2018 itu merasa tidak keberatan atas pemotongan 30 % bonus untuk NPC. Menurutnya, hal itu memang sudah kewajiban dari semua atlet.

“Itu sudah merupakan kewajiban dan kebijakan dari pihak NPC. Disini nama saya pun telah dibesarkan dari NPC, sehingga saya tak teralu dengan kontribusi tersebut. saya percaya saja,” ungkap Syuci.

Sementara itu Marinus Melianu Yowei, yang merupakan atlet peraih tiga medali emas pada ASEAN Para Games 2017 di Malaysia juga memaklumi situasi tersebut. Terlebih lagi NPC memang kerap kesulitan dana sebab terlambatnya proses penyaluran dari pemerintah.

“NPC kan lambat soal dana. Berangkat ke luar negeri lambat, sehingga biaya itulah yang akan kami pergunakan,” ujar Marinus.

“Harapan kami tak ada potongan juga bagus, namun atlet pun juga tetap bersyukur. Kemudian dengan Kemenpora juga sudah lancar, jadi bila pemotongan tersebut sudah tak ada lagi, ya bagus juga,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY