Kabar Nasional – Satu Keluarga Menjadi Pelaku Bom Bunuh Diri Di Surabaya

0
1

Sedikitnya 11 orang telah tewas dan lusinan orang terluka dalam sejumlah ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia. Dalam sebuah serangan terkoordinasi yang dikatakan polisi dilakukan oleh satu keluarga dan anak-anak mereka.

Kepala polisi Indonesia, Tito Karniavan, mengatakan kepada wartawan bahwa para penyelidik meyakini satu keluarga – seorang suami dan istri, dan empat anak mereka yang berusia antara sembilan dan 18 tahun – adalah pelaku serangan terburuk yang telah dialami negara itu dalam lebih dari satu dekade.

Ledakan pertama di gereja Katolik Santa Maria, yang menewaskan empat orang, diikuti oleh serangan di gereja Pantekosta Center Surabaya dan GKI Diponegoro menit kemudian pada hari Minggu.

Polisi mengidentifikasi ibu itu sebagai Puji Kuswanti dan mengatakan bahwa dia dan dua putrinya, Fadila Sari, 12, dan Pamela Rizkita, sembilan, membom gereja GKI Diponegoro.

Pada saat yang sama, dua putra remaja keluarga itu, Yusuf, 18 dan Alif, 16, mengendarai sepeda motor di dekat pintu masuk gereja Katolik Santa Maria, di mana mereka meledakkan bom-bom mereka. Ayah mereka, Dita, mengendarai sebuah bom mobil ke gereja Pantekosta Center Surabaya.

Ledakan terjadi dalam beberapa menit satu sama lain, tepat setelah jam 7.30 pagi (0030 GMT) pada hari Minggu pagi ketika umat paroki menuju ke gereja untuk kebaktian.

Karniavan mengatakan dia menduga keluarga yang terlibat baru-baru ini kembali ke Indonesia dari Suriah, di mana ratusan orang Indonesia telah bepergian untuk bergabung dengan Negara Islam , termasuk seluruh keluarga.

Isis mengaku bertanggung jawab atas serangan melalui agensinya, Amaq, tetapi tidak menghasilkan bukti untuk klaim tersebut. Presiden Joko Widodo bergabung dengan Karniavan dalam sebuah kunjungan ke tempat kejadian di Surabaya pada hari Minggu. Mereka bersama-sama mengutuk serangan itu sebagai biadab.

Juru bicara kepolisian Jawa Timur, Frans Barung Mangera, mengatakan 41 orang yang cedera dikirim ke rumah sakit pada hari Minggu, di antaranya dua petugas yang menjaga gereja-gereja. Serangan terkoordinasi di negara yang didominasi Muslim itu terjadi beberapa hari sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan.

Para pejabat dinas intelijen Indonesia mengatakan mereka mencurigai kelompok Isis yang terinspirasi Jemaah Ansharut Daulah (JAD) berada di balik serangan itu. Kelompok militan ini dipimpin oleh pendukung Isis terkemuka Indonesia, Aman Abdurrahman, yang dikatakan telah memerintahkan serangan Sarinah 2016 di Jakarta , yang menewaskan delapan orang.

LEAVE A REPLY