Kabar Nasional – MSG Akrap Dengan Citarasa Masakan Indonesia

0
1

Hampir semua masakan Indonesia memiliki rasa yang sangat lezat, bahkan gurih. Untuk mendapatkan rasa gurih tersebut, sebagian orang yang memilih menggunakan MSG (Monosodium Glutamat) untuk campurannya.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Prof Purwiyatno Hariyadi, yaitu seorang pakar Teknologi Pangan yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB), beberapa bahan makanan bisa membuat citarasa menjadi lebih gurih, seperti ayam, daging sapi, dan juga ikan. Anda juga bisa menggunakan tulang sapi ataupun tulang ayam. Rasa gurih juga bisa di dapat dari bahan seafood, yaitu gurita, cumi, tiram, kombu laut, bonito kering, dan juga sarden kecil kering. Beberapa bahan tersebut sering digunakan sebagai kaldu. Ada juga kecap, saus tiram, keju, aneka jamur, bawang-bawangan, rempah, terasi dan juga tauco.

“Terasi juga sama. Walaupun tidak makan MSG, makan ini pun sebenarnya sama saja,” ucap Prof Purwiyatno ketika ditemui di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Dari bahan sayuran juga bisa membuat makanan menjadi gurih, yaitu brokoli, sawi putih, kacang, kentang, daun bawang, seledri, tomat, serta asparagus.

“MSG itu senyawa yang memberi citarasa umami. Dan Umami tidak hanya bisa didapat dari MSG,” tambahnya.

Untuk membuat masakan menjadi lebih gurih, anda bisa mencampurkan seperti micin ke dalam masakan. Gunakan micin secukupnya, agar makanan tetap terjaga citarasanya.

“Jika ada campuran rasa yang kompleks dari berbagai makanan yang mengandung asam amino, pasti bisa menciptakan kaldu gurih,” ucap Prof Purwiyatno.

Efek samping dari mengonsumsi MSG adalah dapat menimbulkan risiko obesitas apabila terlalu sering dikonsumsi. Usahakan untuk selalu menjaga pola makan serta hidup seimbang. Akan jauh lebih sehat, jika anda lebih memilih makanan dari bahan dasar sayur atau buah, tidak lupa untuk selalu berolahraga. Olahraga dapat membantu anda dalam membakar berbagai lemak di tumbuh. Beberapa orang juga sempat beranggapan bahwa dengan mengonsumsi MSG mampu menimbulkan risiko Kanker. Namun, hal tersebut dibantah oleh Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp. PD-KHOM, yaitu Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), bahwa MSG tidak menimbulkan kanker.

LEAVE A REPLY