Kabar Nasional – Dewi, Ibu Sarjana yang Jadi Pengamen

0
959

Seorang wanita yang bernama Dewi Wijaya Sianturi nampak sangat terheran-heran ketika dijumpai wartawan di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) di Cipayung, Jakarta Timur, hari Jumat (28/2/2014). Mengenakan daster hitam yang lusuh, wajah dai ibunda Ariana Desti (sarjana Pendidikan Bahasa Arab) kuyu. “Saya ingin segera pulang. Desti dimana? Sore ini, apa saya sudah boleh pulang?” tanya Dewi seraya memainkan dompet yang dari tadi dipegangnya erat.

Terjaringnya Dewi saat razia pengamen serta pengemis di tanggal 13 Februari yang lalu pun membuat kedua putrinya yang telah dewasa, yakni Ariana Desti (24) juga Frida Veronica Valencia, terpaksa mengurusi segala syarat supaya ibu mereka bisa segera pulang kembali. Ketika ditanyai tentang persoalan itu, sang ibu ini menyangkal ia sedang mengamen kala ditangkap. “Gak, saya gak ngemis dan gak ngamen. Pagi hari itu saya penginjilan di Pasar Rebo,” terang Dewi dalam suara bergetar serta mata yang berkaca-kaca.

Sambil agak terbata-bata, ia pun menceritakan tentang pengalamannya ketika petugas Dinsos Jaksel menjaringnya ketika sedang melintas di kawasan Jalan Melawai. “Saya keluar dari rumah jam 08.00 WIB. Terus tiba-tiba petugas datang, gak pake nanya-nanya, langsung aja geret ke mobil. Akhirnya saya pun gak bisa nglawan,” terang Dewi.”Padahal pas itu saya membawa Injil, mau ada penginjilan Pasar Rebo, tetapi saya justru ditangkap. Saya juga tak ditanyai KTP juga. Memang pada waktu itu saya sedang tak bawa KTP, lagi sama Desti,” ujar Dewi.

Desti yang dimaksudnya yaitu anak sulungnya yang sudah sarjana Pendidikan Bahasa Arab. Desti saat ini sudah bekerja serta sanggup menghidupi keluarganya. Sedangkan Desti punya adik, Frida, mahasiswi dari sebuah PTS yang ada di Jakarta.”Kami pun juga tak tahu mengapa Mama masih saja nekat ngamen, padahal kan Kak Desti telah dapat kerjaan. Kemungkinan mama merasa bosan tinggal di rumah saja dan tak ada pekerjaan jadi kembali mengamen,” terang Frida ketika ditemui di rumah mereka di Jl. Kirai, Cipete Utara, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2014).

LEAVE A REPLY