Kabar Nasional – Bom Surabaya Akibat Fanatisme Yang Berlebih

0
1

Peristiwa bom kembali menggegerkan warga Indonesia, khususnya para warga Surabaya. Dengan adanya fanatisme yang terlalu besar dan kurangnya pengertian mengenai agama akan membuat bibnit-bibit terorisme semakin banyak.

Dengan adanya peristiwa tersebut, para orangtua harus pandai-pandai dalam mendidik serta melindungi anak dari pengertian-pengertian mengenai fanatisme dan juga ekstrem.

“Pencegahan yang dapat orangtua lakukan adalah dengan memberikan sudut pandang lain terhadap suatu hal” ujar psikolog klinis, Ayu Pradani Sugiyanto Putri, M.Psi.

“Orangtua juga dapat memberikan pandangan mengenai dampak yang akan terjadi ketika seseorang memiliki fanatisme terhadap suatu hal,” kata Ayu.

Tetapi kondisi tersebut juga akan semakin sulit apabila dalam sebuah rumah tangga sudah memiliki pikian mengenai fanatik.

“Orangtua yang fanatik tentu berpengaruh pada anak, karena orangtua merupakan orang yang menerapkan nilai-nilai pada anak,” ucap Ayu.

Peran masyarakat sekitar sangat penting jika dalam sebuah lingkungan terdapat sebuah keluarga yang memiliki pikiran tentang fanatik. Berikan pemahaman yang cukup untuk mereka atau sebuah keluarga tersebut tentang fanatisme, yang akan sangat merugikan untuk dirinya dan orang lain.

“Agar mereka menyadari bahwa perilakunya sudah berdampak pada orang lain,” kata Ayu.

Dampak buruk perilaku fanatik adalah selalu memiliki pikiran yang negatif dan menjerumus dengan kekerasan.

“Mereka tidak mampu melihat sudut pandang lain dan dampak dari perilaku yang mereka tampilkan pada orang lain. Sehingga hal yang ditampilkan cenderung merupakan hal negative,” ucap Ayu.

Banyak masyarakat Indonesia yang menyayangkan kejadian tersebut, terdapat banyak sekali korban dalam peristiwa bom Surabaya, dari yang luka-luka hingga korban meninggal dunia. Perasaan sedih yang bercampur dengan ketakutan juga dirasakan oleh para artis Indonesia.

“Gak tau lagii mau ngomong apaaa, sedih bangettt banget, kaget bercampur marah dan hancur hatiii saya, GOD have mercy on Us,” kata Nafa Urbach dalam akun Instagram miliknya.

“Kejadian demi kejadian, kejadian di Mako Brimob, yang menggugurkan beberapa polisi, kejadian BOM di Surabaya, yang menewaskan saudara2 Nasrani, mengajak saya dan kita semua mendoakan semoga musibah demi musibah tidak ada lagi di bumi Indonesia, yang mengorbankan banyak manusia, dan semoga keluarga yg ditinggalkan senantiasa sabar, dan ikhlas,” kata Maia Estianty.

“Hidup ini adalah sebuah persepsi #tlq. Kita mikir yang baik saja kadang disalah artikan ato dipersepsikan lain, apalagi mikir yang tidak baik…. Tapi kita tetap musti mikir yang baik dan positif saja, biar tentrem atine,” keterangan di sebuah foto Yuni Shara.

LEAVE A REPLY