Kabar Konflik Internasional – CIA Peringatkan Militan Suriah Dapat serang AS

0
778

Diketahui bahwa sejumlah warga dari AS telah turut bergabung dalam sejumlah kelompok yang jjuga terkait dengan Al-Qaeda di kawasan Suriah. Beberapa pejabat intelijen AS juga mengingatkan pemerintahnya bahwa mereka mungkin saja mencoba untuk melancarkan aksi serangan terorisme pada wilayah Amerika sendiri.

Diberitakan pula bahwa setidaknya ada 16 orang pemberontak di Suriah tewas pada insiden 2 ledakan bom yang meledak dekat perbatasan dari Suriah dan Turki. Kejadian serangan bom tersebut dilaporkan dilancarkan oleh sebuah kelompok jihadis yang bernama ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant). Pihak direktur dari CIA, John Brennan mengatakan bahwa kelompok militan Suriah serta Irak di untuk saat ini telah meningkat jumlahnya, serta mungkin segera menyerang beberapa negara Barat serta regional. Brennan juga mengkhawatirkan tentang fakta dimana Al-Qaeda sudah melatih banyak dari pejuang asing pada sejumlah kamp yang ada di Suriah.

“Kami turut prihatin atas pemanfaatan sejumlah wilayah di Suriah oleh organisasi terror Al-Qaeda guna merekrut orang-orang … dan menggunakan Suriah menjadi basis dalam melakukan serangan-serangan terhadap pihak Barat,” terang Brennan pada sidang Komite Intelijen DPR AS sesuai yang dilansir dari News.com.au, hari Rabu (5/2/2014). “Suriah sepertinya memunculkan sejumlah tantangan terhadap kepentingan dari keamanan nasional Amerika Serikat terkait adanya kemungkinan terjadinya pertempuran di antara Suriah kepada beberapa negara tetangga, tetapi juga, kekhawatiran tentang aksi terorisme,” lanjut Brennan.

Masih dalam kesempatan yang sama, James Clapper, pejabat direktur dari intelijen nasional AS pun sempat mengatakan bahwa terdapat sekitar 7.500 dari pejuang asing yang berasal dari 50 negara sedang beroperasi di wilayah Suriah pada saat ini. Lebih jauh lagi, setidaknya 50 orang di antara para pejuang asing ini adalah warga dari Amerika. Dan tak menutup kemungkinan pula, beberapa orang dari mereka akan menjadi ancaman dengan mencoba melancarkan serangan terorisme di AS.

Lebih lanjut, Clapper sempat menambahkan, militan ini terlalu lemah guna menggulingkan pemerintahan di Suriah. Menurut pendapat Clapper, Bashar al-Assad, Presiden Suriah, sedianya terus berkuasa.

LEAVE A REPLY