Kabar Kesehatan – Shift Malam Meningkatkan Resiko Kanker Pada Wanita

0
13

Pekerjaan shift malam sering dikaitkan dengan kesehatan yang buruk. Kini, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa bagi wanita, pola kerja semacam itu dapat meningkatkan resiko kanker. Saat melihat kanker tertentu, para periset menemukan bahwa wanita yang bekerja dalam shift malam jangka panjang beresiko lebih besar terkena kanker kulit, kanker payudara dan kanker paru-paru.

Rekan penulis studi Xuelei Ma, Ph.D., dari China Medical Center Barat di Universitas Sichuan di China, dan rekan baru-baru ini melaporkan temuan mereka di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kerja shift malam bisa sangat mengganggu ritme sirkadian kita. Ini adalah jam internal yang mengatur proses fisiologis tubuh selama siklus 24 jam, dan ini terutama merespons cahaya dan kegelapan di lingkungan.

Dalam studi baru tersebut, Ma dan rekannya berusaha untuk belajar lebih banyak tentang kaitan antara kerja shift malam jangka panjang dan resiko kanker. Para peneliti menemukan temuan mereka dengan melakukan meta-analisis terhadap 61 penelitian. Ini termasuk total 3.909.152 peserta dan lebih dari 114.000 kasus kanker. Subjek berasal dari Asia, Australia, Eropa, dan Amerika Utara.

Tim menggunakan data ini untuk menilai bagaimana kerja shift malam jangka panjang dikaitkan dengan resiko pengembangan 11 tipe kanker. Dalam analisis terpisah, para peneliti melihat apakah kerja shift malam jangka panjang di antara perawat wanita dikaitkan dengan resiko enam jenis kanker.

Secara keseluruhan, studi baru ini mengungkapkan bahwa wanita yang bekerja dalam shift malam jangka panjang beresiko 19 persen lebih besar terkena kanker, dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja shift malam jangka panjang.

Selain itu, para periset menemukan bahwa wanita yang terlibat dalam pekerjaan shift malam jangka panjang memiliki resiko kanker kulit 41 persen lebih besar, resiko kanker payudara 32 persen lebih besar, dan 18 persen peningkatan resiko kanker saluran cerna. Dalam analisis dosis-respons, ditemukan juga bahwa setiap tambahan 5 tahun kerja shift malam dikaitkan dengan peningkatan 3,3 persen resiko kanker payudara.

Dari analisis perawat wanita saja, para periset menemukan bahwa kerja shift malam jangka panjang dikaitkan dengan resiko kanker payudara 58 persen lebih tinggi, 35 persen peningkatan resiko kanker saluran cerna, dan resiko kanker paru 28 persen lebih besar. Membahas kemungkinan alasan meningkatnya resiko kanker di antara perawat wanita, Ma berspekulasi bahwa wanita ini mungkin lebih cenderung menjalani skrining kanker karena profesinya.

Secara keseluruhan, para ilmuwan mengatakan bahwa temuan mereka menunjukkan bahwa lebih banyak yang perlu dilakukan untuk melindungi kesehatan pekerja shift perempuan, terutama mereka yang terlibat dalam perubahan semacam itu selama bertahun-tahun.

LEAVE A REPLY