Kabar Kesehatan – Minum Teh Panas Berkontribusi Dalam Meningkatkan Resiko Kanker

0
2

Teh panas adalah minuman di musim dingin. Teh dapat membantu kita tetap hangat. Selain itu bisa memberi kita dorongan energi di pagi hari atau membantu merilekskan kita di sore hari. Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa minum teh panas mungkin memiliki konsekuensi negatif yang serius bagi sebagian dari kita.

Konsumsi teh termasuk tinggi di selurh negara. Ini tidak mengherankan, melihat bahwa teh lezat dan dapat membawa banyak manfaat kesehatan, yang seringkali disebabkan oleh efek antioksidan dari senyawa seperti polifenol. Namun, sebuah studi baru telah menemukan bahwa suhu di mana teh dikonsumsi dapat mempengaruhi kesehatan, terutama pada kelompok tertentu yang beresiko mengalami hasil kesehatan negatif.

Penulis utama penelitian Jun Lv, seorang mahasiswa doktor dari Jurusan Epidemiologi dan Biostatistik Universitas Peking, menemukan bahwa konsumsi teh panas berkorelasi dengan timbulnya kanker kerongkongan. Menurut Lv, minum teh panas secara teratur terkait dengan kanker kerongkongan pada orang yang juga merokok dan minum alkohol, sehingga mengarah pada konjungsi yang kompleks untuk pengembangan penyakit ini.

Lv dan tim mempelajari hubungan antara minum teh pada suhu yang sangat tinggi dan perkembangan kanker kerongkongan pada populasi China. Menurut para periset, pria China khususnya cenderung tidak hanya menyukai teh panas, tapi juga rokok dan alkohol. Kombinasi tembakau, alkohol, senyawa yang ditemukan dalam teh, dan efek negatif dari minuman yang disajikan pada suhu sangat tinggi kemungkinan akan menyerang kesehatan, kata Lv dan rekannya.

Para peneliti memantau kesehatan peserta studi Kadoorie Biobank China , yang bertujuan mengumpulkan data tentang perkembangan penyakit kronis di China. Untuk memastikan konsistensi hasil mereka, para ilmuwan mengecualikan peserta yang memiliki diagnosis kanker yang ada, dan juga mereka yang telah mengurangi teh, alkohol dan rokok. Pada akhirnya, mereka menganalisis data yang bersumber dari 456.155 peserta dewasa berusia antara 30 dan 79 tahun.

Semua perkembangan kesehatan peserta ini kemudian ditindaklanjuti untuk periode rata-rata 9,2 tahun. Selama periode ini, 1.731 peserta didiagnosis menderita kanker kerongkongan. Lv dan tim menemukan korelasi positif antara minum teh panas panas, asupan alkohol secara teratur dan merokok dengan resiko kanker kerongkongan yang lebih tinggi.

Mereka yang terlibat dalam ketiga kebiasaan ini menunjukkan peningkatan resiko kanker jenis ini sebanyak lima kali lipat dibandingkan dengan teman sebayanya yang tidak minum teh pada suhu tinggi, minum alkohol atau menghisap rokok. Individu yang hanya minum teh panas (tidak minum alkohol atau merokok) juga tidak memiliki resiko kanker kerongkongan yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa efek bersama ketiga perilaku tersebut merupakan faktor resiko utama.

Berdasarkan temuan tersebut, Lv dan rekan menyarankan orang untuk memilih kebiasaan mereka dengan hati-hati dan, jika mereka merasa perlu melepaskan minuman atau rokok mereka setiap hari, para periset menyarankan agar sebaiknya jangan minum teh pada suhu yang sangat tinggi.

LEAVE A REPLY