Kabar Kesehatan – Cara Meringankan Rasa Lapar Yang Tiba-tiba Bagian 1

0
1

Rasa lapar adalah reaksi alami terhadap perut yang sedang kosong. Namun, rasa lapar bisa terjadi ketika tubuh tidak membutuhkan makanan. Beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan rasa lapar, seperti kurang tidur, dehidrasi, makan makanan yang salah.

Berikut ini tujuh alasan serta bagaimana cara meringankan rasa lapar.

  1. Hormon kelaparan

Otak memicu pelepasan hormon yang disebut ghrelin sebagai respon terhadap perut kosong. Cara kerja ghrelin adalah memberi sinyal pada tubuh untuk melepaskan asam lambung, kemudian mencerna makanan. Jika makanan tidak dikonsumsi, asam lambung mulai menyerang selaput perut dan menyebabkan rasa lapar.

Penelitian menunjukkan ghrelin dapat meningkatkan rasa lapar hingga 30 persen ketika pada orang dewasa.

  1. Kualitas makanan yang dimakan

Rasa lapar dapat terjadi bahkan ketika tubuh tidak membutuhkan kalori .

Ini karena ghrelin berinteraksi dengan insulin, hormon yang mengatur gula darah. Jatuh tingkat insulin menyebabkan ghrelin, dan karena itu kelaparan, kadar meningkat.

Makanan sampah mengandung banyak gula dan karbohidrat sederhana . Makan itu menyebabkan lonjakan kadar insulin, diikuti oleh penurunan cepat. Ghrelin kemudian meningkat, meskipun makanan itu hanya dikonsumsi satu jam atau lebih sebelumnya.

Dengan cara ini, makan makanan berkualitas buruk dalam jumlah besar sekalipun dapat meningkatkan rasa lapar dan menyebabkan respons pang dalam tubuh.

  1. Dehidrasi

Banyak orang tidak dapat membedakan antara lapar dan haus karena gejalanya sangat mirip.

Rasa haus dapat menyebabkan gejala, seperti:

  • sakit perut
  • gemetar
  • sifat lekas marah
  • kepala ringan
  1. Lingkungan

Beberapa orang mengalami kesakitan sebagai respons terhadap bau dan pemandangan. Banyak orang memiliki respons fisik terhadap bau barang yang baru dipanggang atau memasak. Gambar makanan di TV atau online juga bisa menyebabkan mulut menjadi air.

Meskipun jenis kelaparan ini mungkin tidak didasarkan pada kebutuhan makanan, itu menyebabkan gejala fisik yang sangat nyata, termasuk rasa lapar.

  1. Kurang tidur

Makan berlebih dan kelebihan berat badan telah lama dikaitkan dengan kurang tidur. Tampaknya rasa lapar dapat dikaitkan dengan kurang tidur atau tidur berkualitas buruk.

Kurang tidur meningkatkan efek dari bahan kimia yang membuat makan makanan manis, asin, dan berlemak tinggi lebih menarik, sebuah studi 2016 menunjukkan.

Para peserta studi yang kurang tidur makan makanan yang mengandung 90 persen kalori harian mereka tetapi tidak dapat menolak makanan sampah hanya 2 jam kemudian.

  1. Emosi negara

Orang mungkin salah mengartikan sinyal otak mereka sebagai makanan sebagai rasa lapar dalam beberapa kasus. Situasi ini dapat terjadi ketika seseorang berada dalam keadaan emosi yang tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa stres dan emosi negatif lainnya dapat membuatnya tampak seperti tubuh sangat membutuhkan makanan, bahkan ketika itu mungkin tidak.

Perut yang bergemuruh atau kadang-kadang bisa membantu membedakan antara rasa lapar emosional dan fisik. Suara-suara hanya bisa didengar ketika perut kosong.

Bersambung ke bagian dua …

LEAVE A REPLY