Kabar Internasional – Taj Mahal Bukan Kuil Hindu tapi Makam Muslim

0
39

Pengadilan di India telah mendengar kesaksian dari arkeolog pemerintah bahwa Taj Mahal adalah sebuah makam Muslim. Sebuah bangunan yang dibangun oleh kaisar Mughal untuk menghormati istrinya yang telah meninggal, untuk memberikan tanggapan resmi atas klaim bahwa itu adalah sebuah kuil Hindu.

Archeological Survey of India (ASI), yang bertugas untuk melindungi monumen-monumen kepentingan nasional, telah diperintahkan untuk memberikan pandangannya sebagai tanggapan atas sebauh petisi yang diajukan oleh enam pengacara yang menyatakan bahwa situs warisan dunia UNESCO di kota Agra awalnya adalah sebuah kuil yang disebut Tej Mahalaya yang didedikasikan untuk Dewa Hindu Siwa.

Petisi tersebut juga menuntut agar umat Hindu diijinkan untuk beribadah di dalamnya. Hanya umat Islam yang diizinkan untuk memberkan doa di dalam monumen tersebut yang dibangun pada abad ke 17 silam.

Dr. Bhuvan Vikrama, arkeolog pengawas dari ASI di Agra, mengatakan bahwa dia menolak klaim tersebut, dengan mengatakan: “Pernyataan tertulis kami dirilis atas klaim yang telah dibuat dan kami meminta pengadilan untuk menolak petisi tersebut. Terserah hakim untuk memutuskan apa yang akan terjadi.”

Klaim bahwa Taj Mahal adalah sebuah kuil Hindu telah muncul secara berkala, baik dari Hindu mavericks, Hindu revisionis, atau kelompok Hindu ekstrimis sejak PN Oak, seorang penulis India, yang menerbitkan bukunya pada tahun 1989 yang berjudul Taj Mahal: The True Story, di mana dia mengklaimnya bahwa bangunan tersebut dibangun sebelum penjajah Muslim datang ke India. Pendukung teori ini membenci  bahwa kemuliaanya dimiliki oleh warisan Muslim India dan berpendapat bahwa karena beberapa penyerang Mughal menghancurkan kuil-kuil Hindu atau mengubahnya menjadi masjid, maka Taj Mahal pastinya merupakan struktur Hindu.

“Sejarah menunjukkan penaklukan di seluruh dunia untuk mengubah monumen yang ada sesuai dengan gagasan mereka sendiri. Tapi klaim tentang Taj ini tidak masuk akal karena fitur seperti kubah dan menara tidak dapat ditemukan pada periode sebelumnya dan konyol jika hakim mengizinkan petisi tersebut,” kata Parsa venkateshwar Rao, seorang penulis dan kolumnis.

Oak, yang meninggal pada tahun 2007, mengajukan tuntutannya hingga ke pengadilan tinggi pada tahun 200 di mana tuntutannya tersebut tidak dianggap sama sekali dan mendapatkan penolakan.

LEAVE A REPLY