Kabar Internasional – Seorang Pria Yang Dituduh Berusaha Membunuh PM Inggris Dihadirkan di Pengadilan

0
9

Seorang pria berusia 20 tahun muncul di pengadilan pada hari Rabu (6/12). Ia dituduh merencanakan untuk membunuh Perdana Menteri Inggris Theresa May dengan pertama kali meledakkan alat peledak untuk masuk ke kantor Downing Street-nya.

Naa’imur Rahman, dari London utara, telah didakwa melakukan tindakan terorisme. Dia ditahan dalam tahanan setelah tampil singkat di Westminster Magistrates Court. Jaksa Mark Carroll mengatakan kepada pengadilan bahwa Rahman berencana meledakkan alat peledak improvisasi di gerbang Downing Street dan mendapatkan akses ke kantor May dalam kekacauan yang terjadi kemudian dan membunuhnya.

“Serangan sekunder itu harus dilakukan dengan rompi bunuh diri, semprotan merica dan pisau,” katanya kepada pengadilan.

Rahman membawa dua alat peledak inert saat dia ditangkap pekan lalu, pengadilan tersebut mendengarnya.

“Tujuannya adalah menyerang, membunuh dan menyebabkan ledakan,” kata Carroll.

Rahman tampil bersama terdakwa, Mohammed Imran, 21 tahun, dari Birmingham, yang juga dituntut untuk melakukan tindakan terorisme. Carroll mengatakan bahwa Imran dituduh mencoba bergabung dengan kelompok militan Islam di Libya. Langkah-langkah itu termasuk menabung uang, mencoba mendapatkan paspor palsu, dan meneliti ideologi ekstrem serta memilih rencana travel. Orang-orang tersebut ditangkap oleh petugas Polisi Metropolitan pada tanggal 28 November dalam selang waktu 90 menit.

Rahman dan Imran tidak memberi indikasi tentang permohonan mereka sehingga permohonan bersalah tidak dimasukkan atas nama mereka. Tidak ada jaminan. Orang-orang tersebut akan muncul di pengadilan pidana sentral Old Bailey di London pada 20 Desember.

No. 10 Downing Street adalah kediaman resmi perdana menteri Inggris. Tempat ini dijaga ketat dan ada sebuah gerbang di ujung jalan yang menghalangi anggota masyarakat untuk tidak mendekati rumah tersebut. Pada tahun 1991, militan Partai Republik Irlandia (IRA) meluncurkan sebuah serangan bom mortir di nomor 10. John Major, perdana menteri saat itu, berada di dalam tapi tidak terluka. Juru bicara Downing Street menolak berkomentar segera mengenai kasus tersebut. Namun kepala MI5 Andrew Parker mengatakan kepada Theresa May dan Kabinet pada hari Selasa (5/12) bahwa ada sekitar sembilan dugaan plot terorisme yang telah digagalkan sejak maret.

LEAVE A REPLY