Kabar Internasional – Salah Sasaran Kemungkinan Menjadi Penyebab Tewasnya Tentara AS

0
52

Dua tentara pasukan operasi khusus Amerika Serikat telah tewas di wilayah timur Afghanistan pada hari Rabu (26/4). Pentagon mengatakan bahwa insiden ini terjadi kemungkinan karena tembakan salah sasaran dalam sebuah operasi yang menargetkan kelompok militan ISIS di Afghanistan.

Juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis mengatakan kepada wartawan bahwa pihak militer tengah menyelidiki apakah kedua tentara tersebut mungkin telah terbunuh melalui tembakan di darat, baik oleh pasukan Amerika Serikat sendiri atau dari pasukan komando Afghanistan yang ikut ambil bagian dalam serangan tersebut, meskipun tampaknya insiden tersebut tidak disengaja.

“Kami sedang menyelidiki keadaan kematian dari dua tentara Rangers di awal dari apa yang terjadi dalam baku tembak yang berlangsung selama tiga jam secara intens. Mungkin saja Rangers tersebut tertembak oleh tembakan dari rekan mereka sendiri,” kata Davis.

Sebelumnya pada hari itu, Pentagon mengidentifikasi tentara tersebut sebagai Sersan Joshua Rodgers berusia 22 tahun dan Sersan Cameron Thomas yang berusia 23 tahun. Seorang tentara ketiga yang tertembak dalam operasi tersebut berhasil selamat dengan mengalami luka-luka.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis mengatakan bahwa Amerika Serikat berhutang budi kepada tentara yang telah tewas tersebut sebagai hutang yang tidak akan pernah terbayarkan.

Davis mengatakan bahwa target dari operasi serangan tersebut adalah Abdul Hasib, anggota dari kelompok militan ISIS di Afghanistan. Militer Amerika Serikat menduga bahwa dia juga telah terbunuh dalam operasi tersebut, namun belum bisa memastikan laporan tersebut.

Operasi tersebut, berlangsung di dekat perbatasan dengan Pakistan, dimulai sekitar pukul 10:30 waktu setempat pada hari Rabu (26/4) dan dalam beberapa menit, 50 tentara Amerika Serikat yang bersama dengan 40 komando tentara Afghanistan mendapatkan kesalahan dari berbagai arah.

“Pada awal penyerbuan kedua tentara tersebut mengalami luka berat,” kata Davis.

Pertempuran terus berlanjut selama tiga jam berikutnya, dengan pejuang dari Negara Islam yang menembaki sebuah sistem senyawa dan terowongan yang diperkuat dengan senjata berat. Operasi tersebut juga melibatkan pesawat tak berawak dan pesawat terbang seperti pesawat tempur AC-130, helikopter Apache dan Jet Tempur F-16. Sekitar 35 pejuang dari ISIS diyakini telah berhasil tewas terbunuh.

LEAVE A REPLY