Kabar Internasional – Putin Peringatkan Bencana Planet Dalam Kriris Nuklir Korea Utara

0
34

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa krisis Korea Utara yang meningkat dapat menyebabkan malapetaka planet. Hal ini diyakini akan dapat menyebabkan hilangnya nyawa dalam jumlah yang besar dan menggambarkan proposal Amerika Serikat untuk sanksi lebih lanjut terhadap Pyongyang dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna.

“Merasa histeria militer dalam kondisi seperti itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Ini adalah jalan buntu, ini dapat menyebabkan bencana planet global dan hilangnya nyawa manusia. Tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara, kecuali berdialog secara damai,” kata Putin kepada wartawan di China.

Pada hari Minggu (3/9) kemarin, Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam mereka dan sejauh ini merupakan uji coba nuklirna yang paling kuat hingga saat ini. Ledakan di bawah tanah tersebut memicu gempa berskala 6,3 dan lebih kuat dari bom yang djatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki selama perang dunia kedua.

Putin menghadiri KTT Brics, yang mempertemukan para pemimpin Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Berbicara pada hari Selasa (5/9), haru terakhir dari KTT di Xiamen, China, dia mengatakan bahaw Rusia mengecam provokasi Korea Utara namun mengatakan bahwa sanksi lebih lanjut akan menjadi tidak berguna dan tidak efektif, yang menggambarkan tindakan tersebut sebagai jalan yang tak tentu arah.

Intervensi asing di Irak dan Libya telah meyakinkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un bahwa dia membutuhkan senjata nuklir untuk bertahan hidup.

“Kita semua ingat apa yang terjadi dengan Irak dan Saddam Hussein, anak-anaknya terbunuh, saya pikir cucunya ditembak, seluruh negara hancur dan Saddam Hussein digantung. Kita semua tahu bagaimana ini terjadi dan orang-orang Korea Utara ingat betul apa yang terjadi di Irak. Mereka akan makan rumput tapi tidak menghentikan program nuklir mereka selama mereka merasa tidak aman,” ujar Putin.

Sebuah tawaran Amerika Serikat untuk dewan keamanan PBB untuk memberikan suara tanggal 11 September dengan sanksi baru adalah tindakan yang sedikit prematur. Vassily nebenzia, duta besar Rusia mengatakan hal tersebut pada hari Selasa (5/9). Rusia sendiri merupakan anggota tetap dewan keamanan PBB dan memiliki hak veto.

LEAVE A REPLY