Kabar Internasional – Pasukan Khusus Afghanistan Dikirim untuk Perkuat Pertahanan Kota yang Terancam

0
1

Satuan pasukan khusus Afghanistan bergerak untuk menghadapi Ghazni yang mencoba memukul mundur gerilyawan Taliban yang nyaris mengalahkan kota itu. Hal tersebut karena kemarahan publik meningkat atas respon pemerintah terhadap krisis.

Serangan terhadap Ghazni, sebuah pusat strategis di jalan utama yang menghubungkan ibukota Kabul dengan Afghanistan selatan, telah menjadi pukulan telak bagi Presiden Ashraf Ghani dan mengurangi harapan akan kemungkinan dimulainya pembicaraan damai dengan Taliban. Para diplomat di Kabul mengatakan, pemerintah mengaku terkejut oleh serangan itu dan setelah 72 jam dengan komentar publik minimal dari istana kepresidenan, Ghani mengumumkan di Twitter bahwa pasukan bantuan akan segera dikirim ke kota.

Para pejabat Afghanistan mengatakan unit pasukan khusus AS berada di lapangan membantu mengoordinasikan serangan udara dan operasi darat tetapi tidak ada konfirmasi dari markas militer AS di Kabul. Tiga hari setelah pemberontak melancarkan serangan pada jam-jam awal Jumat, berita dari Ghazni tetap tidak lengkap dan tidak lengkap dengan komunikasi yang terpukul keras setelah sebagian besar tiang-tiang telekomunikasi kota hancur dalam pertempuran. Namun, orang-orang yang melarikan diri dari kota telah menggambarkan kehancuran dan pertumpahan darah yang meluas dan stasiun televisi terbesar di Afghanistan, Tolo News, menyiarkan rekaman telepon yang goyah tampaknya menunjukkan beberapa kebakaran yang terjadi di pusat yang gelap.

Sekitar 100 tentara dan polisi telah tewas dan banyak yang terluka, menurut seorang pejabat keamanan yang mengatakan korban di pihak Taliban juga berat, termasuk sekitar 50 pejuang yang tewas akibat serangan udara karena mereka menunggu makanan pada Minggu (12/8) malam. Jumlah korban sipil tidak diketahui tetapi saksi yang telah mencapai Kabul telah melaporkan melihat banyak mayat di jalanan.

Pejabat di kementerian dalam negeri mengatakan setidaknya 15 warga sipil tewas dan lebih dari 400 orang terluka dalam pertempuran itu. Lebih dari 45 anggota angkatan bersenjata Afghanistan yang terluka harus diterbangkan dalam 48 jam terakhir.

Serangan terhadap Ghazni, pukulan paling berat yang diserang oleh Taliban sejak mereka hampir mendekati kota Farah di Irak barat pada bulan Mei, mengurangi harapan pembicaraan damai yang telah tumbuh sejak kejutan gencatan senjata tiga hari selama liburan Idul Fitri pada bulan Juni. Para pejabat di Ghazni telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa kota itu bisa jatuh dan reaksi publik telah pahit dengan acara-acara radio dan media sosial dibanjiri dengan komentar-komentar yang mencela pemerintah.

LEAVE A REPLY