Kabar Internasional – Militer Filipina Serang Pulau Jolo Melalui Udara

0
153

Militer Filipina telah mengerahkan pesawat tempur untuk membombardir titik-titik yang diduga menjadi markas dari kelompok militant Abu Sayyaf. Tempat tersebut berada di pedalaman dari Pulau Kolo pada Provinsi Sulu. Sebagaimana yang telah dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Kamis 28/4/2016, bahwa tidak ada tanda-tanda dari serangan udara yang telah membahayakan status dari para sandera.

Tetapi, laporan yang berbeda justru dimuat oleh inqurer.net. Wong Teck Chi salah satu sandera yang berasal dari Malaysia, telah menghubungi orang tuanya melalui sambungan telepon pada tiga hari yang lalu. Dirinya mengaku dipaksa untuk berlari untuk berpindah-pindah tempat dalam beberapa jam sekali. Dirinya telah diperintahkan oleh para penculik.

Pihak militer Filipina pun mulai melakukan penggempuran pada Pulau Jolo dengan melalui serangan udara dalam dua minggu terakhir ini. “Kami sangat khawatir, sebab anak saya bercerita bahwa para penculik sekarang bersikap lebih beringas semenjak serangan udara kian intensif dilakukan,” ungkap Wong Chie Ming yang merupakan orang tua dari Tek Chi dan tinggal di Sibu, Serawak, Malaysia.

Terdapat informasi yang mengungkapkan bahwa Abu Sayyaf telah memajukan batas untuk pembayaran terbusan kepada sandera yang berasal dari Malaysia, jadi 30 Aprol. Namun masih belum jelas, ada berapa jumlah uang yang telah diminta oleh para militan.

Selain telah menyandera 4 pelaut dari Malaysia, militant yang diduga terkait ISIS tersebut juga masih menyandera 14 WNI, warga Jepang, warga Jepang, Norwegia serta Kanada. Ada 3 warga Negara asing yang telah terancam akan dipenggal dalam waktu dekat ini. Sebelumnya, John Ridsdel, 68 tahun, salah satu sandera yang berasal dari Kanada, telah dipenggal pada waktu Senin sore 25/4/2016 kemarin.

Selain mengerahkan pesawat pembom, pihak militer Filipina juga telah mengerahkan helicopter serbu. Jubir tentara telah mengklaim bahwa sapu bersih yang dilakukan dari udara, telah cukup efektif untuk memojokkan pergerakan dari para militan.

“Sekarang kami telah berhasil menduduki kembali, wilayah yang sebelumnya telah diduduki oleh bandit,” ungkap Kolonel Noel Detoyato.

“Kita memang harus bersiap dengan adanya jatuhnya korban. Namun yang terpenting bagi kami ialah wajib untuk menetralisir segala aktivitas criminal dari kelompok Abu Sayyaf,” ujar Noel pada jumpa pers Kamis lalu.

LEAVE A REPLY