Kabar Internasional – Militan Filipina Penggal Kepala Sandera Asal Jerman

0
121

Kelompok militan di selatan Filipina telah memenggal seorang pria asal Jerman setelah batas waktu pembayaran uang tebusan telah berakhir. Pemerintah Filipina melaporkan bahwa sebuah video singkat yang beredar pada hari Senin (27/2) oleh kelompok intelijen SITE, dimana yang memonitori situs-situs jihad telah muncul dengan menunjukkan pembunuhan dari Jurgen Kantner.

Tak lama setelah kemunculan dari video tersebut, utusan dari pemerintahan Filipana, Jesus Dureza telah mengkonfirmasi kematian pria yang bekewarganegaraan Jerman tersebut.

“Kami turut berduka cita karena kami sangat mengutuk pemenggalan secara barbar lagi kepada para korban penculikan. Sampai saat terakhir, banyak sektor termasuk angkatan bersenjata Filipina telah melakukan segala upaya untuk menyelamatkan hidupnya. Kami semua mencoba yang terbaik, namun tidak berhasil,” kata Dureza.

Para pejabat militer di Filipina selatan mengatakan bahwa mereka belum menemukan tubuh dari Kantner tersebut. Kelompok Abu Sayyah sendiri sebelumnya menuntut uang tebusan sebesar 30 juta peso, atau sekitar 480.000 poundsterling yang harus dibayarkan pada hari Minggu (26/2) untuk menebus pria berusia 70 tahun tersebut.

Kelompok tersebut sebelumnya telah merilis sebuah video yang menunjukkan kondisi dari Kantner untuk menuntut pembayaran uang tebusan. Kantner diculik dari sebuah kapal pesiarnya, Rockall, di Filipina bagian selatan pada tahun lalu. Kapal tersebut ditemukan hanyut pada tanggal 7 November dengan tubuh dari seorang temannya, Sabine Merz dengan luka tembak.

Pasangan tersebut telah diculik dan ditahan selama 52 hari di Somalia pada tahun 2008 sebelum pada akhirnya mereka berhasil dibebaskan, menurut laporan dari media, mereka berdua berhasil dibebaskan setelah uang tebusan dengan jumlah yang besar dibayarkan.

Meskipun penderitaan yang dialaminya di Somalie, Kantner mengatakan pada tahun 2009 silam bahwa dirinya akan tetap melakukan pelayaran di perairan yang berbahaya.

“Saya tahu bahwa sangat berbahaya untuk berlayar diperairan Somalia dan saya tidak memiliki keamanan untuk menjaga saya, tapi saya berdoa kepada Tuhan bahwa bajak laut tidak akan mendapatkannya lagi. Ini sedikit seperti bunuh diri,” kata dirinya setelah dibebaskan.

Abu Sayyaf, yang memimpin kelompok tersebut telah bersumpah untuk setiap kepada ISIS, mereka telah menculik orang asing dan Kristen selama puluhan tahun dan menahan mereka untuk mendapatkan uang tebusan di gutan di Filipina bagian Selatan.

LEAVE A REPLY