Kabar Internasional – Jutaan Orang Kekurangan Air Di Santiago

0
82

Jutaan orang berada dalam kondisi tanpa air setelah hujan lebat melanda Chile selama akhir pekan di bulan-bulan masim panas yang biasanya kering. Hal tersebut telah menyebabkan sedikitnya tiga orang telah tewas dan sedikitnya 19 orang dilaporkan menghilang.

Unit Layanan Darurat ONEMI mengatakan pada hari Minggu (26/2) kemarin bahwa hujan, yang menyebabkan sungai-sungai meluap di lembah gunung di dekat ibukota Chile, Santiago, telah mengisolasi 373 orang.

Yang berdampak pada pasokan air minum untuk lebih dari satu juta keluarga di Santiago, dan Aguas Andinas, perusahaan yang menyediakan air ke ibukota mengatakan bahwa hujan telah membuat proses pengiriminan menjadi lebih sulit. Agence France-Presse memperkirakan bahwa empat juta orang terkena dampak tersebut.

“Tim layanan darurat tengah bekerja di lapangan untuk terhubung dengan orang-orang yang terisolasi dan membangun kembali pasukan air sebisa mungkin,” tulis Presiden Chile, Michelle Bachelet malalui akun Twitter pribadinya.

Di wilayah O’Higgins, wilayah dibaian selatan dari Santiago, seorang gadis berusia 12 tahun telah tewas ketika bencana tanah longsor menyapu mobil yang ditumpingan ketika dalam perjalanan bepergian.

Di lokasi lembah San Jose de Maipo, yang berlokasi tepat diatas kota, tim darurat harus membersihkan jalan-jalan dari puing-puing sebelum para warga bisa mengungsikan diri mereka ke daratan di bawahnya yang bukan merupakan pegunungan.

Bencana tersebut merupakan bencana banjir terbesar kedua yang melanda negara Chile bagian tengah selama setahun terakhir, pada tahu lalu, bulan April, hujan yang lebat melanda lembah San jose de Maipo, yang mengakibatkan tewasnya satu orang dan terpaksa menutup tambang produksi tembaga terbesar di dunia tersebut.

Pertambangan raksasa Perusahaan Antofagasta, Perusahaan Codelco, yang merupakan perusahaan yang dimiliki oleh negara, dan Anglo American, ketiganya memiliki simpanan tembaga yang cukup besar di zona yang terkena hujan lebat pada akhir pekan ini. Ketiga perusahaan itu sendiri mengatakan bahwa bencana tersebut tidak mempengaruhi produksi tembaga mereka.

Sebelmunya, di periode cuaca ekstrim kerang dan panas, Chile sempat mengalami bencana alam kebakaran hutan yang sebelumnya dilaporkan telah menghanguskan bangunan hunian di satu desa, sebelum pada akhir pekan kemarin turun hujan lebat yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

LEAVE A REPLY