Kabar Internasional – Investigasi Belum Temukan Penyebab 11 Kematian Misterius Di Liberia

0
89

Sebelas orang telah meninggal dan lima orang lainnya berada di rumah sakit di Liberia. Beberapa pejabat mengatakan bahwa, hal ini terjadi setelah terjangkit penyakit misterius yang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) katakan terkait dengan kehadiran mereka di pemakaman seorang pemimpin agama.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Satu-satunya yang kami abaikan adalah Ebola,” kata seorang petugas medis Liberia, Francis Kateh, yang menambahkan bahwa sampel dari korban telah dikrim ke luar negeri untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

Pada hari Rabu (26/4), WHO mengatakan abhwa otoritas kesehatan Liberia melakukan langka-langkah pencegahan cepat setelah delapan orang meninggal karena penyakit misterius, 10 bulan setelah berakhirnya wabah virus Ebola yang berlangsung selama dua tahun.

“Tampaknya semua orang ini menghadiri pemakaman seorang pemimpin agama,” kata juru bicara dari WHO, Fadela Chaib yang mengatakan pada sebuah pengarahan di Jenewa, Swiss. Banyak korban Ebola mengidap penyakit ini setelah bersentuhan dengan mayat dari korban lainnya.

“Mereka telah mengambil sampel dari mayat dan semua sampel menunjukkan hasil negatif untuk Ebola. Mereka akan mencari tentu saja deman berdarah lainnya dan untuk bakteri, jika ada keterpaparan umum terhadap kontaminasi air atau kontaminasi makanan,” katanya.

Lima orang masih dalam pengawasan di sebuah rumah sakit di daerah Sinoe, empat jam berkendara ke tenggara dari ibukota, Monrovia, dan empat orang lainnya telah dipulangkan. Kateh juga mengatakan bahwa gejalan-gejala dari penyakit tersebut meliputi, deman, muntah, dan diare.

Chaib juga menambahkan bahwa staf rumah sakit menggunakan peralatan pelindung dan orang-orang yang berhubungan dengan orang sakit dilacak di masyarakat untuk melihat apakah mereka juga mengalami sakit tersebut.

“WHO, CDC (Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat) dan mitra lainnya memberikan dukungan secara teknis dan logistik kepada tim respon cepat yang telah diaktifkan di tingkat distrik dan kabupaten,” kata Chaib.

Pada bulan Juni yang lalu, WHO menyatakan bahwa Liberia telah terbebas dari penularan penyakit Ebola aktif, yang terakhir terjadi di tiga negara Afrika Barat di pusat wabah penyakit terburuk di dunia. Menurut data dari WHO, epidemi tersebut menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi 28.600 orang dari tahun 2013 silam karena menyapu Guinea, Sierra Leone dan Liberia.

LEAVE A REPLY