Kabar Internasional – Festival Musik Au Desert Mali Dibatalkan

0
138

Festival dongeng Au Desert akan digelar di Timbuktu, tapi festival tersebut dengan penuh kehati-hatian di jaga kerahasiaannya. Para musisi telah mengemas instrumen mereka untuk melakukan perjalanan ke Mali Utara. Tim teknis telah mengangkut perangkat sound system mereka ke dalam kano dan mengambil rute sungai menuju kota kuno.

Tak satupun dari masyarakat telah diberitahu tentang penyelenggaraan festival tersebut, namin pihak penyelenggara yakin mereka akan tahun dan mendatangi festival tersebut bersama dengan ribuan dari mereka.

Hal itu sangat dirahasiakan karean perayaan tersebut akan menjadi terget potensial dari para ekstremis di wilayah tanpa hukum di Mali utara. Sejak tahun 2012, festival yang terkenal di dunia tersebut telah menarik perantau di Mali, dan penggemar musik di seluruh dunia, telah diasingkan dan telah diusir dari rumah mereka oleh ekstremis Islam yang melarang adanya musik dan tetap digelar meskipun dalam situasi yang tidak aman.

Tapi pada pekan ini akan ditandai dengan kemunculan kembali festival tersebut dan dengan jumlah upaya yang besar telah ada untuk mengaturnya kembali.

Ketika kelompok militan telah berhasil menguasa wilayah utara dari Mali pada tahun 2012 silam, mereka telah memberlakukan aturan Islam. Wanita telah dilarang untuk mengenakan pakaian yang terbuka, dan pencuri yang ditangkap telah dipotong tangannya. Tapu kelompok militan tersebut juga telah melarang adanya  musik di dalam budaya mereka, di mana nyanyian pujian dan pencerita dongeng adalah sesuatu yang sangat penting di mana musik dianggap sebagai sumber kehidupan di dalam masyarakat mereka.

Meskipun kelompok militan telah berhasil diusir oleh pasukan koalisi yang dipimpin oleh Perancis sembulan bulan yang lalu, mereka akhirnya berhasil mengambil alih. Pembicaraan damai sendiri telah dihentikan dan telah mengakibatkan sedikit keberhasilan.

Dua minggu yang lalu, sebuah serangan bom bunuh diri menyerang sebuah kamp militer di kota Gao, yang menewaskan sedikitnya 77 orang dan melukai 100 orang lebih lainnya. Presiden juga mengumumkan tiga hari masa berkabung setelah serangan terburuk yang dialami oleh negara Mali dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok Al-Qaida di Maghreb mengklaim menjadi dalang dalam serangan tersebut. Menurut menteri keamanan Mali, tiga orang telah berhasil ditangkap karena diduga berkaitan dengan serangan tersebut.

LEAVE A REPLY