Kabar Internasional – Demonstrasi Meletus Setelah Brasil Mengambil Langkah Penghematan

0
40

Serikat Pekerja Brasil telah meningkatkan tekanan kepada Presiden Michel Temer dengan melakukan pemogokan umum secara nasional yang menutup sekolah. Hal tersebut juga mengganggu jaringan transportasi dan menyebabkan bentrokan dengan pasukan keamanan publik di beberapa kota.

Demonstran di Rio de Janeiro dan Sao Paulo memblokir jalan-jalan utama dengan barikade ban yang dibakar. Polisi anti huru hara menggunakan gas air mata dan granat perkusi untuk mencoba membubatkan kerumunan orang dan membuka jalan.

Media domestik mengatakan bahwa ini adalah pemogokan umum terbesar dalam beberapa dekade, dengan demonstrasi yang dilaporkan di 26 negara bagian dan pemogokan oleh guru, sopir bus, penyedia layanan kesehatan, pekerja industri minyak dan pegawai negeri.

Seriring malam yang jatuh pada hari Jumat (28/4), ada beberapa bentrokan di Rio tengah antara pemrotes, yang membakar bus, dan polisi anti huru hara, yang melepaskan puluhan tembakan gas air mata.

Cintia Manoel, seorang pegawai kota, bergabung dengan kerumunan orang yang meneriakkan “Fora Temer” (Temer Keluar). Meskipun gesekan terjadi, ia merasa bahwa dirinya perlu ikut ambil bagian.

“Saya berada di sana terutama untuk melawan pemerintah, yang saya anggap tidak sah dan karena hak pekerja dan reformasi pensiun, yang membuat demonstrasi ini jauh lebih besar,” kata Manoel.

Daniela Barbosa, seorang guru sekolah dasar, mengatakan bahwa usulan perubahan pada sistem pensiun akan mewajibkannya untuk bekerja selama beberapa tahun lebih lama dari yang dia inginkan.

Protes datang pada saat yang sulit bagi gerakan buruh. Pada awal pekan ini, kongres melewati reformasi undang-undang ketenagakerjaan yang melemahkan hak pekerja. Tokoh Partai Buruh, Luis Inacio Lula da Silva, tengan diadili, karena menghadapi tuduhan korupsi.

Penggantinya Rousseff mengatakan bahwa pemogokan tersebut merupakan simbol keberanian. “Ini adalah hari yang bersejarah. Di masa sulit ini, perjuangan untuk demokrasi dan untuk membela keuntungan sosial kita adalah tugas kita semua.”

Banyak pemilih yang marah karean para politisi menekankan perlunya pemotongan tunjangan dan layanan publik bahkan saat bukti yang terus berkembang, mereka mendapatkan keuntungan dar pemberian suap ilegal atas kontrak yang berlebihan.

LEAVE A REPLY