Kabar Internasional – China Pertimbangkan Membayar Pasangan Untuk Memiliki Anak Kedua

0
99

China telah memperimbangkan untuk memberikan penghargaan terhadap kelahiran bayi dan subsidi agar masyarakat memiliki anak kedua. Media yang di jalankan oleh China melaporkan bahwa setelah hasil survey menunjukkan bahwa kondisi perekonomian membuat banyak keluarga ragu untuk menambah jumlah keluarga mereka.

Surat kabar tersebut juga mengatakan bahwa ide tersebut diluncurkan oleh Wang Peian, serang wakil Menteri Kesehatan dan Komisi Keluarga Berencana, dalam sebuah konferensi kesehatan sosial pada hari Sabtu (25/2).

Angka kelahiran mengalami peningkatan menjadi 17.86 pada tahun 2016, yang merupakan pencapaian tertingg sejak tahun 200 silam, setelah negara tersebut mengeluarkan isu baru di akhir tahun 2015 silam untuk memberikan ijin kepada semua orang tua untuk memiliki anak kedua di tengah kekhawatiran atas biaya penujuang untuk populasi yang menua.

“Itu sepenuhnya akan memenuhi harapan, namun hambatan masih ada dan masih harus ada pembenahan. Untuk memiliki anak kedua adalah hak untuk setiap keluarga di China tetapi keterjangkauan telah menjadi hambatan yang merongrong keputusan,” kata Wang yang dikutip oleh China Daily.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh komisi tersebut pada tahun 2015 silam menemukan bahwa sekitar 60% keluarga yang disurvey enggan untuk memiliki bayi kedua, sebagian besar keluarga tersebut beralasan bahwa mereka memiliki kendala dalam keuangan mereka untuk merawat anak kedua mereka.

Angka kelahiran di China sendiri menjadi salah satu angka kelahiran terendah di dunia, hal tersebut secara cepat menjadi kekhawatiran bagi otoritas negara tersebut daripada pencapaian tersebut dianggap pada saat tertentu pemerintah merasa ketakutan akan timbulnya angka populasi yang berlebihan.

China memulai penerapan kebijakan satu anak yang kontroversial pada tahun 1970 an, untuk membatasi pertumbuhan penduduk, tapi pemerintahan saat ini khawatir bahwa jumlah tenaga kerja yang berkurang di negara tersbeut tidak akan mampu mendukung populasi yang semakin menua.

Kebijakan itu sendiri telah berakhir pada tahun 2015 kemarin. Partai Komunis yang berkuasa di negara tersebut dikreditkan dengan mencegah angka kelahiran dalam radius 400m, yang memberikan kontribusi untuk lepas landas dalam sektor perekonomian secara dramatis bagi China sejak tahun 1980 an.

LEAVE A REPLY