Kabar Internasional – Anak-Anak Ditangkap Karena Diduga Berkaitan Dengan ISIS

0
108

Anak-anak telah ditahan oleh pemerintahan daerah Kurdistan Irak karena dicurigai memilki koneksi dengan kelompok militan ISIS. Menurut laporan dari kelompok hak asasi manusia internasional, anak-anak tersebut juga mengalami penyiksaan selama masa penahanan.

Menurut badan pengawas internasional yang berbasis di New York bernama Huma Rights Watch (HRW), anak-anak tersebut yang belum secara resmi didakwa atas kasus kejahatan mengatakan bahwa mereka ditahan dalam kondisi stres, disundut rokok, disetrum dengan listrik dan dipukuli dengan menggunakan pipa plastik.

Lebih dari 180 anak laki-laki dibawah usia 18 tahun telah ditahan, HRW memperkirakan bahwa pejabat pemerintahan belum menginformasikan berita tersebut kepada keluarga mereka di mana mereka berada, yang meningkatkan kemungkinan bahwa mereka adalah anak-anak yang hilang.

Lama Fakih, seorang wakil direktur HRW untuk Timur Tengah mengatakan bahwa aturan keamanan yang sah mengatakan bahwa pasukan keamanan tidak pernah memberi izin untuk melakukan kekerasan, menganiaya atau menggunakan kejutan listrik terhadap anak-anak.

“Sejumlah anak-anak yang berhasil melarikan diri dari ISIS adalah korban yang membutuhkan pertolongan, tidak untuk mendapatkan kekerasan dari pasukan keamanan Kurdhi,” kata Fakih.

Kelompok hak asasi tersebut juga mengatakan bahwa telah mewawancarai 19 anak laki-laki yang berusia antara 11 hingga 17 tahun ketika mereka masih berada di tahanan di asrama anak-anak di Erbil. Kelompok tersebut mengatakan bahwa wawancara tersebut telah dilakukan tanpa kehadiran dari pejabat keamanan atau petugas intelijen.

Pasukan keamanan Irak sendiri telah berhasil merebut kembali wilayah yang sempat dikuasai oleh ISIS selama satu tahun setengah, dan mereka juga telah menahan ratusan laki-laki dan anak laki-laki.

Banyak dari mereka telah menderita perlakuan yang tidak manusiawi atau mengalami penyiksaan. Kelompok-kelompok HAM telah memperingatkan bahwa praktek-praktek tersebut beresiko menabur kebencian terhadap pasukan keamanan Irak yang telah dibangun dari keamanan militer terhadap ISIS.

“Jika pemerintah dan koalisi internasional benar-benar peduli tentang memerangi ISIS, mereka perlu menemukan solusi militer dengan menggunakan kebijakan yang telah diberdayakan,” kata Belkis Wille, yang merupakan seorang peneliti senior Irak untuk HRW.

Wille juga mengatakan bahwa tindakan seperti penyiksaan, penghilangan pakasa, penghancuran dan tindakan keras lainnya akan mendorong keluarga dari korban untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis.

LEAVE A REPLY