Kabar Horor Misteri – Pasukan Hantu Kalimantan

0
1425

Di balik gelap dan lebatnya belantara hutan Kalimantan, pernah beredar kisah bahwa tempat tersebut dilindungi oleh pasukan hantu. Pasukan inilah yang membuat para tentara Belanda berpikir dua kali sebelum menginvasi wilayah pedalaman. Pada masa penjajahan Belanda di Kalimantan, ternyata serdadu Belanda yang bersenjatakan senapan lebih takut melawan anak sumpit beracun dari para prajurit Dayak dari balik lebatnya hutan. Anak sumpit bernama Damek itu diolesi dengan getah pohon Ipuh atau pohon Iren sebelum para prajurit Dayak berangkat berperang.

“Tak heran bila penjajah Belanda mengatakan melawan prajurit Dayak itu layaknya melawan hantu,” dituturkan Chendana Putra, Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tak tahu dimana lawannya, satu demi satu dari serdadu Belanda tergeletak, hingga mereka yang masih hidup terbirit lari ketakutan.

Tak butuh waktu lama, tentara Belanda yang terkena atau sekedar terserempet oleh anak sumpit beracun itu akan kejang kejang lalu tewas. Bahkan lebih parahnya ada pula yang hanya pada hitungan detik saja mereka sudah tewas. Sedangkan bila seorang prajurit Dayak telah tertembak serta tak mengenai bagian yang vital dan peluru sudah dikeluarkan. Usai dirawat dalam beberapa minggu saja, mereka pun akan siap untuk berperang lagi.

Faktor penguasaan medan yang lebih dimiliki oleh prajurit Dayak karena mereka merupakan penduduk lokal tentunya sangat mendukung dari pergerakan mereka pada belantara hutan. “Sebab itulah, wilayah pengaruh penjajahan dari Belanda pada wilayah Kalimantan pada umumnya hanyalah berpusat di kota-kota besar dan tak merambah wilayah pedalaman,” diterangkan oleh Chendana.

Tidak hanya pada medan pertempuran saja, sumpit ini juga tak kalah ampuhnya dalam hal berburu. Hewan besar ambruk hanya dalam waktu singkat saja. Rusa, babi hutan dan biawak tidak akan sanggup untuk lari jauh. “Nah apalagi, seperti tupai, ayam hutan, bahkan monyet, akan lebih cepat lagi,” terangnya. Pada bagian yang terkena oleh anak sumpit cuma perlu dihilangkan sedikit saja sebab rasanya pahit. Dan hewan buruan itupun aman dimakan. “Untuk mereka yang memakan daging buruan tidak akan sakit keracunan,” ujar Chendana.

LEAVE A REPLY